Minggu, 22 Februari 2015
PUTIH ABU-ABU
Masa putih abu-abu, merupakan rajanya masa dalam hidup. Pada masa itu, kita bebas berekspresi. kita dapat benar-benar merasakan bahwa inilah hidup yang sebenarnya. Hidup yang penuh dengan warna warni kehidupan abadi. Pada masa itu juga, kita dihadapkan kepada gundukan tanah yang harus kita gali menjadi sumur. Dengan harapan tambang emas yang kita peroleh, sehingga masa putih abu-abu ini akan menentukan kita di masa dewasa nanti.
Di suatu sekolah SMKN I Pandeglang, ada seorang siswa yang bernama Rizky. Ia merupakan siswa yang beragama non muslim. Dan itu semua yang menyebabkan ia tidak mempunyai teman di kelas. Teman-temannya selalu membuat jarak dengannya, namun demikian Rizky adalah salah satu siswa yang berprestasi.
Hebatnya, ia sama sekali tidak merasa kesepian karena harus selalu sendiri, namun setelah dua tahun, tak bisa dipungkiri dari lubuk hatinya yang paling dalam, ia sangat mendambakan seorang teman sejati. Teman yang akan menemaninya di sisa waktu masa putih abu-abu nya.
Pagi itu cuaca sangat cerah, dengan pasti Rizky melangkahkan kakinya untuk pergi ke sekolah.
Sesampainya di kelas, seperti biasa ia langsung duduk di kursinya. Tanpa memperdulikan teman-teman yang sedari tadi memperhatikannya dengan heran.
ADEGAN I
--AGAMA--
Di kelas
Tak lama bu Itoh datang. Ia seorang guru agama.
Bu Itoh : assalamualaikum wr.wb
(Siswa2 selain Rizky) : walaikumsalam wr.wb
Bu itoh : bagaimana? Semuanya Sudah pada bawa Al- Quran kan?
(siswa2 selain Rizky) : sudah bu!
Bu itoh : god job! Oh ya, gimana Rizky? Apakah kamu mau keluar apa mau tetap di kelas?
Rizky : jelas saya mau keluar lah bu
Bu itoh : yasudah. Silahkan
Rizky : (keluar dengan gaya sok nya)
Siswa2 : (melihat Rizky dengan jijik karena tingkahnya yang tengil itu)
Rizky : sial.. ngapain coba pelajaran itu harus ada di jam awal? Gua kan BT nungguinnya. Fuih
Bu itoh : baik, hari ini ibu mau Mahdi membacakan surat Al-Kafirun ayat I sampai terakhir.
Mahdi : siap bu (membacakan surat Al-Kafirun)
Bu itoh : god job! Dan silahkan Lisah, bacakan terjemahannya!
Lisah : iya, bu (membacakan terjemahan dari surat al-Kafirun)
Bu itoh : nah.. sekarang kalian udah ngerti kan apa maksud dari surat ini? dan jika ada yang belum paham, silahkan bertanya!
Kasiah : (Mengancungkan tangan)
bu? Kan dalam agama islam, tidak ada toleransi dengan agama lain. terus kalo kita bergaul dengan orang yang non muslim gimana tuh bu? Dibolehin apa nggak dalam islam?
Bu itoh : nah.. bergaul dalam hal apa dulu? Kalo emang hanya bergaul layaknya teman itu tidak apa-apa. Tapi kalo lebih dari itu misalnya ikut-ikut sembahyang dengan non muslim tersebut dan mengikuti tradisinya seperti merayakan natal dll. Jika seperti itu islam melarangnya. Karena dalam hadis yang artinya barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka orang tersebut merupakan bagian dari kaumnya.
Elisa : tapi kan bu, sama aja kalo temenan juga. Ntar kan lama kelamaan bakal deket, dan akhirnya sering ketemu dan bareng sama non muslim itu. Aduh.. ga mau ah temenan sama si rizky.. takut masuk neraka. Ups!
Gita : iya yah.. ih serem deh
Bu itoh : hush! Jangan berbicara seperti itu. Gak baik. Negara kita kan merupakan negara yang beraneka ragam, dalam hal, suku, budaya dan agama. dan hal tersebut jangan menjadikan kita membuat jarak dengan mereka, kan Bhinneka Tunggal Ika telah menyatukan kita semua.
Anna : tapi kan bu, tetep aja serem, mending cari aman aja deh.
Diah : iya na bener. Setuju deh! Daripada kita dapet dosa gara-gara maen sama non muslim!
Lisah : lagian kan, bukannya nggak baik, mencampurkan urusan dunia dan akhirat?
Tatu : kalian jangan kaya gitu! Kan Rizky juga teman kita
Bu itoh : sudah-sudah.. yang jelas memang islam tidak melarang berteman dengan non muslim, selama itu tidak mengganggu kepercayaan masing-masing.
Anna : oh gitu..
Bu itoh : apa ada yang mau bertanya lagi?
Elisa : bu, terus kita harus gimana kalo misalnya teman kita yang nonmuslim sedang merayakan hari besar mereka? Dosa ga bu kalo kita ngucapin selamat gitu?
Bu itoh : jelas gak boleh lah.. itu sama aja kita mendoakan mereka dan kita sendiri menyerupai kaum tersebut. dan agama melarangnya.
Elisa : oh gitu..
Bu itoh : baik, karena jam ibu sudah habis, ibu cukupkan pertemuan kita sampe disini. See you next week. asalamualaikum
Siswa2 : walaikumsalam
(Bu Itoh langsung keluar kelas)
Lisah : guys.. gua heran deh, koq bisa ya si Rizky non muslim?
Famy : gak tau tuh.. tapi denger denger sih. Nyokap dia orang Australi. Kan tau sendiri mayoritas agama disana itu nonmuslim
Lisah : tapi kan bokapnya asli indo.
Shella : iya.. blasteran dong si Rizky
Famy : tapi, kalo di lihat-lihat si Rizky ganteng juga.
Lisah : iya sih, tapi kan dia non muslim. Gua takut ah.
Shella : hm.. udah ah males, ngomongin anak itu mulu. Mending kalian persiapin buat besok. Debat tentang demokrasi itu.
Lisah : duh.. iya yah, koq gua bisa lupa gini?
Famy : yaudah, panggil si Mahdi. Dia juga kan jubir tim kita.
Lisah : oke.. bentar ya!!
(lisah memanggil mahdi yang sedang membaca buku di taman)
Shella : biar gua yang panggil Diah ya..
Famy : iya..
(shella memanggil Diah didepan kelas)
Lisah : mahdi.. lagi sibuk gak?
Mahdi : nggak koq. ada apa, Lisah?
Lisah : Kamu dipanggil famy. Katanya kita harus persiapan buat besok debat.
Mahdi : oh iya, yaudah ayo kita kesana!
Lisah : ayo..
(Shella, Diah ,lisah dan mahdi menuju kelas)
Famy : gimana nih buat besok?
Mahdi : tenang. Alhamduliah mahdi udah bikin catatan, pokoknya strategi kita, jangan terlalu memberikan materi kepada kubu lawan. Saya takut mereka malah belajar dari materi kita.
Diah : aku setuju tuh.
Famy : ya.. ya.. ide bagus!
Lisah : yaudah. Ntar malem gua bakal baca-baca dah, berita teraktualnya. Supaya kubu kita gak kudet
Mahdi : ya harus dong. Pokoknya, kita harus kerjasama buat besok
Lisah : oke. Semangat ya buat kubu KMP
Diah, famy : pasti !
ADEGAN 2
--POLITIK--
Di Kelas
Hari ini debat tentang demokrasi langsung dan tidak langsung. Kubu KMP (Koalisi Merah Putih) yaitu, Mahdi, Famy,Lisah, dan Diah. Sedangkan kubu KIH(Koalisi Indonesia Hebat) yaitu Rizky, Mutia, Elisa dan Kasiah. Bel masuk sudah terdengar, pa Sodikin pun datang ke kelas tersebut.
Pak sodikin : selamat pagi anak-anak
Siswa : pagi...
Pak sodikin : baik. Sekarang kita akan coba untuk debat yang bertemakan Demokrasi.
untuk Jubir dari setiap kubu silahkan ke depan!
Jubir dan setiap koalisipun maju dan segera duduk dikursi yang telah disiapkan sedangkan Yuli segera berdiri di depan, ia menjadi mc pada debat tersebut.
Yuli : baik teman-teman, hari ini akan diadakan debat yang akan membahas Demokrasi langsung dan tidak langsung. Untuk para jubir apakah sudah siap?
Jubir : siap...
Yuli : Untuk teman-teman semua, apakah udah siap?
Siswa : siap
Yuli : nah.. untuk penonton, apakah udah siap???
Penonton : siapp!!!
Yuli : baik. Langsung saja. Pertama saya akan bertanya kepada kubu KIH untuk memaparkan pendapatnya tentang demokrasi apa yang cocok untuk negara kita ini?
Mutia : (dengan penuh semangat Mutia berdiri)
assalamualaikum. Perkenalkan saya Mutia salah satu Jubir dari kubu KIH. Menurut kami, demokrasi yang cocok unuk negara kita ini adalah demokrasi langsung, karena dengan adanya demokrasi langsung ini masyarakat dapat mengerti tentang politik , atau setidaknya mereka ikut berpartisipasi dalam politik.terima kasih
Rizky : ijin menambahkan. Karena juga, jika dilihat dari arti demokrasi itu sendiri demokrasi mengandung arti dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Jadi jelas, yang dimaksud dari arti tersebut adalah demokrasi langsung
Siswa : (tepuk tangan)
Yuli : baik, dan selanjutnya saya akan bertanya kepada kubu KMP
Silahkan salah satu perwakilannya!
Mahdi : terima kasih. Baik perkenalkan saya Mahdi, salah satu jubir dari kubu KMP. Jika ditanya tentang Demokrasi, jelas saya memilih demokrasi tidak langsung, karena menurut saya demokrasi tidak langsung cocok untuk negara kita, terutama melihat masyarakat kita yang belum paham betul arti politik. Dengan adanya demokrasi tidak langsung ini, perwakilan rakyat bisa langsung memilih para pejabat yang benar-benar berkualitas. Karena jika rakyat langsung yang memilih, itu tidak menjamin apakah pemimpin atau pejabat tersebut benar berkualitas. Karena faktanya sekarang, rakyat memilih pemimpin yang memberikan ia serangan fajar, bukan memilih pemimpin yang berkualitas. Terima kasih
Yuli : wah.. rupanya masing-masing kubu sama-sama mempunyai alasan yang kuat. Baik pertanyaan selanjutnya. Saya akan bertanya terlebih dahulu kepada kubu KMP. Apakah demokrasi tidak langsung dapat meminimalkan tingkat korupsi di negera kita ini?
Famy : ijin berbicara. Ya.. jelas demokrasi tidak langsung ini dapat meminimalkan tingkat korupsi di negara kita, jadi para pejabat tidak bisa menyuap rakyat, karena yang memilih ia adalah perwakilan rakyat yang benar-benar mengerti dan dapat menilai pejabat itu sendiri, apakah dia layak atau tidak menjadi pemimpin. Terima kasih
Kasiah : ijin menyanggah, loh.. memang calon pejabat tidak langsung menyuap rakyat? Tapi mereka akan dengan mudah menyuap perwakilan rakyat. Yang mungkin membutuhkan biaya yang lebih besar. Kan kalo menyuap rakyat, pasti uang yang dikeluarkan hanya sedikit. Dan menurut saya itu wajar. Sebagai imbalan untuk rakyat karena sudah memilih.
Lisah : ijin menyanggah pendapat kasiah. Justru itu, kan perwakilan rakyat belum tentu menerima suapan dari calon pejabat, dan jika dibandingkan dengan rakyat, yang sudah lazim akan menerima serangan fajar itu, dan jika begitu, berarti demokrasi langsung, secara tidak langsung mengajarkan korupsi kepada masyarakat secara dini
Yuli : ternyata, suasana sudah semakin memanas. Dan langsung saja saya akan bertanya kepada kubu KIH. Apa kelebihan dan kelemahan dari demokrasi langsung?
Elisa : menurut kami kelemahan dari demokarasi langsung ialah hanya mengenai masalah rakyat yang belum sepenuhnya mengerti politik. Namun kami yakin, jika terus dilaksanakan demokrasi langsung pada negara kita ini, pasti lama kelamaan masyarakat akan mengerti politik. Terima kasih
Mahdi : memang, namun kenyataannya berbeda.
Rizky : ijin berbicara. Baik teman-teman silahkan anda melihat! Pemerintahan 5 tahun kebelakang. Pemerintahan tersebut menggunakan demokrsi langsung bukan? Dan bagaimana hasilnya? Pemerintahan tersebut mampu meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap politik.dan itu harus dipertahankan oleh kita di pemerintahan selanjutnya. Agar masyarakat dapat lebih berpartisipasi. Terima kasih
Diah : ijin berbicara. Menurut kami pilkada langsung butuh dana besar. Pilkada tidak langsng dinilai bisa menghemat anggaran negara yang bisa digunakan untuk sektor sektor penting lain bagi kesejahtreaan rakyat. Dan menurut kami juga. Pilkada langsung memiliki potensi lebih besar untuk terjadi konflik horizontal di masyarakat.
Kasiah : ya.. tapi jika kita melakukan demokrsi tidak langsung? Bagimana dengan perkembangan negara kita kedepannya? Bisa-bisa masyarakat samasekali tidak mengerti politik. Dan bukannya sejak pertama kita merdeka, dalam pemerintahanya Ir.soekarno menjalakan demokrasi langsung?
Lisah : ijin menyanggah. Setelah saya mempelajari dari pemerintahan 5 tahun silam. Pilkada langsung yang sudah berlaku sejak era pasca reformasi ini punya banyak kelemahan, salah satunya pilkada langsung telah menimbulkan dampak buruk pada masalah hukum. Sedikitnya 309 kepala daerah produk pilkada langsung tersangka masalah hukum. Mereka rata-rata dijebloskan kepada penjara karena diduga terlibat kasus korupsi. Terima kasih
Mutia : ijin menyanggah.. nah jika emang demokrasi langsung begitu. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana produk demokrasi tidak langsung? Bisa jadi, negara kita bakal lebih parah dari ini.
Mahdi : pemilihan tidak langsung memang tidak serta merta secara langsung akan mengahpus politik uang, politik uang mungkin akan tetap ada. Namun potensinya bisa diminimalisasi. Dan aparat hukum juga bisa mengawasi lebih ketat politisi tersebut. demokrasi tak langsung ini setidaknya bisa meminimalisasi kerusakan moral yang sudah cukup parah. Terima kasih
Siswa2 : (tepuk tangan)
Pak Sodikin : semua pihak, baik itu demokrasi langsung atau tidak langsung mempunyai kelemahan dan kelebihannya masing-masing.
Kelemahan demokrasi langsung : ialah hanya mengenai masalah rakyat yang belum sepenuhnya mengerti politik.
Kelebihannya : masyarakat dapat mengerti tentang politik , atau setidaknya mereka ikut berpartisipasi dalam politik
Sedangkan kelemahan dari demokrasi tidak langsung : penyuapan akan dengan mudah terjadi dan mungkin membutuhkan biaya yang lebih besar.
Kelebihannya : pemilihan tidak langsung memang tidak serta merta secara langsung akan mengahpus politik uang, politik uang mungkin akan tetap ada. Namun potensinya bisa diminimalisasi. Dan aparat hukum juga bisa mengawasi lebih ketat politisi tersebut. demokrasi tak langsung ini setidaknya bisa meminimalisasi kerusakan moral yang sudah cukup parah.
Yuli : baik, debat telah selesai, sebagai mc yang telah memimpin jalannya debat, ijnkan saya membuat kesimpulan atas debat kali ini.kesimpulan terbesarnya unuk kita semua,, demokrasi apapun yang dijalankan oleh pemerintah, kita sebagai pemuda indonesia, harus terus mendukung agar negara kita menjadi negara yang maju. Saya yuli mulyani pamit undur diri. Asalamualaikum wr.wb
ADEGAN 3
--ASMARA--
Di sekolah
Saat bel pulang berbunyi, siswa siswi segera berhamburan keluar kelas, namun tiba-tiba hujan turun lebat. Rizky berdiri didepan kelas, rupanya ia masih menunggu hujan reda. Tak lama Tatu yang merupakan siswa sekelas Rizky datang menghampiri Rizky.
Tatu : kamu belum pulang Rizky?
Rizky : belum nih, gua lagi nunggu hujan reda. Lu sendiri koq belum pulang?
Tatu : ini baru aja mau pulang.
Rizky : oh gitu.
Tatu : oh iya.. kalo kamu mau, aku bawa jas hujan nih.
Rizky : terus lu gimana? Bukannya lu bawa motor juga?
Tatu : aku dijemput kakakku hari ini, ini pake aja !. Soalnya hujannya kayaknya bakal lama
Rizky : serius lu? Yaudah deh.. makasih ya Tatu
Tatu : iya.. aku duluan ya
Rizky : yoi.. hati hati ya..
ADEGAN 4
--AGAMA--
dikelas
Mendung menggelayut tebal dilangit, tak lama diiringi Gemuruh hujan yang dihiasi petir yang menyambar, angin berdemo kian kemari membuat suasana lebih dingin, Hari ini adalah hari selasa. Dimana ada waktu untuk membersihkan lingkungan kelas di jam awal. Mahdi sebagai ketua kelas mengajak teman-teman kelasnya untuk membersihkan ruangan kelas mereka.
Mahdi : teman-teman, silahkan bersih-bersih sesuai dengan tugasnya masing- masing!
Famy, Mutia & shella: (menyapu)
Lisah, Nanda & Diah: (memunguti sampah)
Tatu & Kasiah: (mengepel)
Yuli & Elisa: (membersihkan kaca)
Gita & Anna : (membuang sampah)
Namun Rizky hanya duduk dikursinya sambil menyoret-nyoret sesuatu dikertas. Melihat Rizky seperti itu, Mahdi sebagai ketua kelas menegurnya.
Mahdi : hey.. rizky! Kenapa tidak ikut bersih-bersih?
Rizky : (hanya diam)
Lisah : tau tuh.. huuu dasar sombong!
Rizky : (menoleh kepada Lisah dan meneruskan mencoret-coret)
Mahdi : Rizky! Sekali lagi saya tanya. Kenapa kamu gak ikut bersih-bersih?
Rizky : (memukul meja) kok lu nyolot! Terserah gua dong! Ini kan hidup gua!
Mahdi : masyaallah Rizky.. semua teman-teman disini juga kan bersih-bersih. Ini udah aturannya.
Mutia : iya.. kamu kan kebagian membuang sampah. Nih buang sampahnya!
Rizky : bodo amat. Gue gak peduli.
Lisah : hey.. dasar anak kota belagu!
Rizky : (berdiri dan memelototi lisah sambil mengambil sampah)
Lisah : apa lu?
Rizky : (membuang sampah disungai)
Shella : (melihat perbuatan Rizky dn langsung melaporkannya ke mahdi)
Temen-temen, Tadi gua ngelihat si Rizky itu buang sampah disungai
Mahdi : apaa? Yang benar kamu?
Shella : iya mahdi. Gua ngeliat dengan mata kepala gua sendiri.
Famy : duh.. dasar anak kota! Dimana sih fikirannya?
Lisah : ayo kita samperin dia!
(tak lama Rizky datang)
Mahdi : rizky.. kesini kamu!
Rizky : ada apa lagi sih? Gua kan udah buang sampahnya
Mahdi : apa benar kamu buang semua sampah itu disungai?
Rizky : iya..
Mahdi : astagfirullah..
Rizky : emangnya kenapa? Gak boleh? Apa itu udah ada aturannya juga?
Mahdi : kamu tau ga rziky.. itu sama saja kamu telah merusak alam. Dalam al-Qur’an (surat sekian dan ayat ekian yang artinya) apalagi sekarang lagi musim hujan, sampah yang kita buang secara sembarangan itu ke sungai akan menyebabkan banjir.
Rizky : stop! Inget ya. Gua bukan muslim!jadi bukan kewajiban gua mengikuti aturan seperti itu! Fuih persetan dengan kalian semua (meninggalkan kelas)
Mahdi : masyaallah
(tatu menghmpiri Rizky ditaman)
Tatu : rizky...
Rizky : (menoleh, senyum tipis)
Tatu : maafin teman-teman ya soal tadi. Sebenarnya mereka nggak bermaksud begitu.
Rizky : udah gausah bahas itu. Gua Cuma heran aja. Semulia itu kah agama kalian? Sampe-sampe gua yang samasekali bukan umatnya harus mengikuti aturan agama kalian!
Tatu : rizky.. suatu saat kamu akan mengerti semuanya. Bahwa islam merupakan agama yang sempurna. Dan seharusnya kamu berada di agama ini bersama kami.
Rizky : tolong biarin gua sendiri!
Tatu : yaudah.. tenangin diri kamu ya..
ADEGAN 5
--MATEMATIKA--
Di Kelas
Hari ini guru matematika masuk kelas tepat waktu seperti biasanya.
Bu Ringga : hari ini ulangan yaa?
Lisah : koq ulangan? Bukannya baru minggu kemarin kita ulangan bu?
Bu Ringga : oh.. siapa yang tidak masuk?
Kasiah : Rizky bu sakit!
Tatu : rizky sakit apa kasiah?
Siswa : cie tatu...
Tatu : apa sih kalian? Tatu kan Cuma nanya.
Bu Ringga : sakit apa dia?
Kasiah : kurang tau bu!
Bu Ringga : yaudah. Kalian kerjakan latihan dulu ya.. nih ada 20 soal! Jangan nyontek, ini buat latihan sebelum UN nanti
Siswa : iya bu..
Lisah : sama aja dong hari ini kita ulangan lagi kalo gitu
Famy : iya.. payah nih, bikin paleng!
Nanda : gila.. soalnya luar biasa!
Famy : sarapan pagi!
Shella : bakal mual nih
Nanda : (sambil mengumpat, ia menggunakan kalkulator untuk mengotret. Dan ternyata bu Ringga memergoki Nanda)
Bu Ringga : hey kamu Nanda. Apa itu dibawah meja?
Nanda : apaa? nggak koq bu,,
Bu Ringga : Mau saya sobek jawaban kamu? Sini kalkulatornya! Saya ngasih soal ke kalian semua supaya kalian bisa nanti UN. Masalah nilai di rapot tenang aja, semuanya bakal saya kasih 9. Kalo mah pas UN boleh pake kalkulator, saya biarin kalo emang boleh pake kalkulator! Macem-macem kamu ya!
Nanda : nggak bu, saya Cuma ngitung yang koma koma an tadi.
Bu ringga : itu sama aja.
Nanda : kan Cuma sedikit bu
Bu Ringga :awas! Kalo sekali lagi kamu ketauan bawa kalkulator saat mengisi soal. Saya ambil jawaban kamu!
Nanda : iya bu.. maaf
Elisa : ibu no.24, itu soalnya yang ditanyain diameter apa jari-jari?
Bu Ringga : ga tau. Pikir aja sendiri! Kan punya otak
Siswa : yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhh
Elisa : (bedecak) ish nyebelin. Gua kan Cuma nanya
Bu Ringga : yaudah.. cepat kumpulkan! Lama banget sih kalian ngerjainnya?
Siswa : susah bu!!
Bu Ringga : ketauan ga belajar sih malemnya!
Siswa : (segera mengumpulkan)
Bu Ringga : ( keluar kelas)
Tatu : (segera kedepan kelas)
Tatu : maaf teman-teman. Aku Cuma mau ngasih usul, kan Rizky sakit, Gimana kalo kita jenguk Rizky pulang sekolah?
Mahdi : saya setuju, tapi kebetulan hari ini saya ada urusan lain. buat yang lain silahkan, ada yang mau jenguk Rizky? Lisah kamu mau?
Lisah : nggak ah, males, ngapain juga jenguk orang kota blagu itu!
Mahdi : jangan gitu Lisah!
Lisah : mengangkat bahu! Famy, shella?
Famy : menggeleng
Shella : melambaikan tangan
kasiah : gua juga gak bisa, ada eskul.
Mutia : gua mau pulang kerumah orangtua. Bekel gua abis nih. Biasa anak kosan.
Nanda : gua mau istirahat, cape!
Mahdi : yaudah kalo emang kalian gak bisa. Gimana tatu? Apa kamu gpp jenguk rizkynya sendirian?
Tatu : yaudah.. insyaallah aku bisa
Teman-teman yang lain segera pulang, sedangkan Tatu pergi kerumah Rizky. Awalnya ia enggan, namun sebagai wakil ketua kelas, ia harus bertanggung jawab
ADEGAN 6
Dirumah Rizky
Setelah pulang sekolah, Tatu segera menuju rumah Rizky. Sesampainya dirumah Rizky
Tatu : Permisi..
Robby : who are you?
Tatu : sorry. I am Tatu Mastupah. Rizky’s Friend. I will say get well soon to Rizky. May I met Rizky now?
Robby : oh. Not bad. Come inside!
My boy Rizky.. your friend’s here!
Rizky : Thanks mam. Tatu? What take you here?
Tatu : saya Cuma mau jenguk kamu.
Rizky : oh.. thank you so much. Silahkan duduk
Tatu : iya.. memangnya kamu sakit apa Rizky?
Rizky : aku demam tadi pagi.
Tatu : terus, apa kamu udah berobat?
Rizky : udah koq. tadi pagi udah ke dokter
Tatu : syukurlah.. oh iya, aku mewakili teman-teman kelas buat jenguk kamu. Dan ini dari temen-temen. Dimakan yaa semoga cepet sembuh.
Rizky : oh, iya makasih yaa Tatu.
Tatu : kalo begitu, aku pulang dulu ya.
Rizky : thank you so much Tatu. Becarefull !
(tatu hendak pulang, namun Rizky memanggilnya)
Rizky : Tatu?
Tatu :iya..
Rizky : gua lupa kemarin belum nganterin jaket. Bentar ya gua ambil dulu
Tatu : oh. Iya..
(Rizky mengambil jaket)
Rizky : nih.. makasih yaa..
Tatu : iya.sama-sama, aku pulang ya
Rizky : oke
ADEGAN 7
--ASMARA--
Di kelas
Setiap kali bicara cinta, seringkali kita berfikir. Ah,, cinta bukankah itu urusan muda-mudi yang tengah dilanda asmara? Saat hati berjuta rasa, lisan berbunga kata, dan tindakan berbuah semangat, demi menggapai hati si dia. Cinta memang merupakan tema utama dalam kisah-kasih bertabur asmara. Namun mengaitkan cinta hanya pada kemunculan asmara dapat dikatakan amat menyempitkan makna sesungguhnya . Namun pada hakikatnya segala rasa suka yang bergabung degan sepenuh keinginan untuk selalu berbuat baik adalah wujud cinta,
Maka, hampir kita semua bisa bersepakat bahwa ketika seeorng jatuh cinta tak ada tidak, ia hanya menginginkan kebaikan pada subjek cintanya. Bila ia mencintai seseorang, ia akan berupaya agar orang itu bahagia, gembira, nyaman, terawa, apapun berwujud segala upaya yang memungkinkan orang yang diantaranya itu menjadi lebih baik.
Esoknya Rizky kembali sekolah, rupanya ia telah sembuh. dan saat pulang sekolah Rizky menghampiri Tatu dimejanya.
Rizky : Tatu..
Tatu : eh.. Rizky? Ada apa?
Rizky : kemarin makasih yaa udah jenguk aku
Tatu : oh.. iya sama-sama
Rizky : emang dalam islam ada ya aturannya tentang menjenguk orang yang sakit?
Tatu : jelas ada lah
Rizky : kamu beragama islam sejak lahir?
Tatu : . Alhamdulilah iyaa.. kenapa emang? Koq kamu nanya gitu? Biasanya kan kamu paling males ngebahas agama
Rizky : kalo boleh tahu, apa sih yang kalian sembah?
Tatu : kami umat islam menyembah Allah.
Rizky : oh itu toh nama batu hitam itu
Tatu : batu hitam?
Rizky : yang ada dimekah itu. Itu kan yang kalian sembah?
Tatu : Ka’bah maksud kamu?
Rizky : (mengangkat bahu) maybe
Tatu : nih ya, saya ulangi. kami umat islam menyembah Allah. Dan ka’bah merupakan penunjuk arah kiblat.
Rizky : oh.. berarti selama ini asumsi gua salah!
Tatu : nggak apa-apa koq
Rizky : terus, koq kalian umat islam kalo sembahyang harus pake baju putih-putih? Apalagi cewe tuh. Emangnya harus ya? Sampe nutupin seluruh tubuh kalian?
Tatu : ya itu sudah ada aturannya. Kalo kita mau solat, kita harus menutupi seluruh aurat kita. Dan putih itu lambang kesucian.
Rizky : suci? Hmm.. unik juga ya.. agama kalian
Tatu : alhamdulilah.. diluar ga hujan, kamu lagi nunggu siapa emang?
Rizky : oh nggak koq. sekarang gua mau pulang!
Tatu : oh yaudah. Hati-hati ya. Aku duluan!
Rizky : oke
Tatu lekas pergi, sedangkan Rizky hanya senyum-senyum sendiri, rupanya ia telah jatuh cinta kepada wanita berjilbab itu
ADEGAN 8
--AGAMA--
Di Masjid
Siang itu, motor Rizky tiba-tiba mogok. Dengan terpaksa, ia menunda motornya dan berjalan mencari bengkel terdekat. Namun saat perjalanan mencari bengkel. Rizky melihat disebuah masjid ada perkumpulan umat islam. Saat ia melintas terdengar suara kyai tersebut
Alip : menjelaskan tentang kisah nabi
Rizky : keren banget ya Nabi Muhammad itu.
Akhirnya Rizky menikmati ceramah dari kyai Alip dan setelah ceramah selesai, Rizky masih duduk bersimpuh didepan mushola, dan Alip memanggilnya.
Alip : kemarilah anak muda!
Rizky : (heran) saya pak?
Alip : iya kamu..
Rizky : mohon maaf pak, jika saya mengganggu. Saya tadi hanya mendengarkan cerita
Alip : tidak apa-apa. Nama kamu siapa?
Rizky : rizky
Alip : koq jam segini baru pulang sekolah?
Rizky : motor saya mogok pak,
Alip : apa kamu udah solat ashar?
Rizky : (menggeleng)
Alip : mari kita solat berjamaah, kan pahalanya akan berlimpat ganda jika kita berjamaah?
Rizky : pahala itu apa ya pak?
Alip : (heran) pahala itu balasan dari Allah atas kebaikan yang kita kerjakan didunia,
Rizky : oh gitu..
Alip : mohon maaf, apa kamu muslim?
Rizky : (menggeleng) dan mengeluarkan air mata
Alip : ada apa nak? Kenapa kamu menangis?
Rizky : pak, entah kenapa. Setelah saya dengan ceramah pak kyai, rasanya saya mau pindah agama. Saya mau masuk islam pak. Apakah bapak mau membantu saya?
Alip : alhamdulilah ya Allah.. saya akan membantu kamu nak, tapi bulatkan dulu niatmu. Memilih agama bukan seperti memilih baju, kamu harus yakin dan konsisten. Jangan sampe kamu berpindah agama lagi setelah ini
Rizky : niat saya sudah bulat pak.
Alip : baik kalo begitu, besok sore bapak tunggu disini.
Rizky : baik pak, saya akan kemari. Terima kasih
( pamit dan langsng pulang)
ADEGAN 9
--ASMARA--
Di sekolah
Saat Rizky melihat Tatu yang sedang asyik membaca buku ditaman, ia segera menghampirinya.
Rizky : tatu, kamu rajin banget
Tatu : ah nggak koq biasa aja. Ada apa rizky?
Rizky : aku boleh duduk disini?
Tatu : duduk aja.
Rizky : Tatu?
Tatu : ya?
Rizky : hm.. aku mau bicara sama kamu.
Tatu : ya silahkan saja, kamu mau bicara apa memangnya?
Rizky : dari awal kita kenal, aku tau kalo kamu itu yang terbaik.
Tatu : hh?
Rizky : Tatu, apa kamu mau jadi pacar aku?
Tatu : (diam)
Rizky : aku tau, aku gak pantes bat kamu.
Tatu : Rizky? Dari awal memang kamu juga yang terbaik bagi aku. Tapi?
Rizky : beneran? Loh,, tapi apa?
Tatu : (diam)
Rizky : aku sadar, aku bukanlah cowok yang sempurna buat kamu.
Tatu : ki? Kamu cowok yang sempurna bagi aku.
Rizky : apa karena kepercayaan kita yang bebeda?
Tatu : hm.... (menunduk)
Rizky : baik kalo gitu. Tekadku semakin bulat! Aku akan memprjuangkan cinta kita. Aku akan memanjati tembok raksasa kepercayaan itu
Tatu : apa maksud kamu?
Rizky : ntar sore, aku bakal pindah agama.!
Tatu : apaa? Rizky.. kamu jangan menjadikan aku sebagai alasan niatmu pindah agama. Agama itu bukan permainan.!
Rizky : kamu tenang aja, aku udah pikirkan ini masak-masak.
Tatu : kamu serius?
Rizky : iya..
Tatu : alhamdulilah.. kalo emang kamu mau pindah agama. Semoga Allah selalu memberkatimu
Rizky : kamu mau kan menjadi saksi syahadatku nanti sore?
Tatu : dengan senang hati aku mau
Rizky : makasih ya,,
setelah itu mereka langsung kembali ke kelas untuk belajar
ADEGAN 10
(Di Masjid)
Setelah pulang sekolah, Rizky langsung menuju masjid itu bersama Tatu. Ternyata kyai Alip sudah menunggu kedatangannya.
Rizky : permisi
Alip : silahkan masuk nak
Rizky : saya sudah siap pak kyai.
Alip : alhamdulialh. Semoga Allah menerima mualaf mu
Rizky : amin terima kasih pak kyai
Alip : yaudah. Sekarang kamu ikuti saya. kita akan membaca 2 kalimah syahadat
Rizky : (menoleh kepada Tatu)
Tatu : (tersenyum)
Rizky : iya pak.
Alip : baik, para saksi. Kita akan memulainya.
Saksi : (mengangguk-angguk)
Alip : ashadu ala ila hailallah
Rizky : as....ha..du.. ala... ila... ha..ila..llah
Alip : waashadu ana muhamadarosulullah
Rizky : wa.. ashadu. Ana... muh...amaddaa.. ro...su..lu...llah
Alip : aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah
Rizky : : aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah
Alip : dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah
Rizky : dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah
Alip : alhamdulilah.. sekarang kamu sudah syah masuk isalam
Rizky : alhamdulilah.. terima kasih banyak pak kyai.
Saksi : alhamdulilah
Tatu : alhamdulilah..
Rizky : yaudah pak, saya pamit pulang ya. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih
Alip : iya sama-sama. Yaudah kalian hati-hati
Tatu : iyaa..
(Rizky dan Tatu meninggalkan masjid)
Rizky : mungkin ini waktu yang kamu maksud tatu.
Tatu : hmm.. alhamdulilah
Rizky : sekarang, kamu mau kan jadi pacar aku?
Tatu : maafkan aku rizky. Aku perlu waktu untuk menjawabnya.
Rizky : aku mengerti, kalo gitu. Besok pagi aku akan tagih jawaban itu?
Tatu : iya.. insyaallah
Rizky : aku akan nunggu kamu ditaman
Tatu : (tersenyum)
Tatu : aku pamit pulang ya..
Rizky : aku anterin kamu sampe rumah ya
Tatu : ngga perlu.. aku bisa sendiri
Rizky : oh.. yaudah kamu hati-hati ya.
Tatu ; iya,, kamu juga
( Tatu segera pulang)
ADEGAN II
(di kelas)
Pagi itu suasana kelas heboh mendengar berita bahwa Rizky telah menjadi muallaf.
Shella : teman-teman itu bener si Rizky masuk islam?
Lisah : kayaknya iya deh.. tadi malam gua liat status dia tentang mualaf gitu
Famy : yee... berarti ga akan ada tembok yang menajadi alasan gue untuk tidak menyukainya
Mahdi : alhamdulilah.. Allah telah memberikan Rizky hidayah
Kasiah :iya.. subhanallah banget ya
Mutia : wish.. keren ya. Moga aja si Rizky benar-benar tawakal atas keputusannya
Elisa : iya-iya... gua juga gak nyangka
gita : jangan-jangan... dia pindah agama gara-gara cinta? Bener ga?
Elisa : haha.. bisa jadi sih
Nanda : share di jejaring sosial yukk
Elisa : ide bagus tuh.. wah bakal jadi tranding topik nih
(tak lama Rizky datang)
Rizky : assalamualaikum
Siswa : wa alaikum salam rizky
Mutia : cie.. rizki.. selamet ya.. semoga kamu menjadi hamba Allah yang taat
Diah : semoga ini benar-benar pilihan kamu.
Rizky : terima kasih kalian
Famy : gua bangga sama lu ki...
Rizky : makasih ya fam
(yang lainpun memberikan selamat)
Setelah itu Rizky langsung menuju taman. Terlihat Tatu telah menunggunya.
Rizky : assalamualaikum
Tatu : walaikumsalam
Rizky : maaf ya aku telat
Tatu : gpp.. gimana apa kamu merasa lebih baik dengan agama kamu yang baru?
Rizky : alhamdulilah.. oh ya, bagaimana Tatu? Apa kamu sudah mempunyai jawabannya?
Tatu : udah
Rizky : terus? Gimana jawaban kamu? Apa kamu mau jadi pacar aku?
Tatu : insyaallah aku mau
Rizky : alhamdulilah terima kasih tatu, aku sangat senang mendengarnya.
Tatu : aku ke kelas dulu ya
Rizky : iya...
(tatu lekas)
Rizky : alhamdulilah ya Allah.. aku sangat mencintai Tatu, semoga Tatu bisa membuat aku lebih memahami islam
(kembali ke kelas)
Famy : apaa? Ini ga mungkin! Koq bisa mereka jadian?
Lisah : tau!
Shella : ini gak bisa dibiarin fam,lu harus rebut Rizky!
Lisah :iya fam. Supaya lu nambah populer disekolah!
Famy : tapi gimana caranya?
shella : hmm... gimana ya??
Lisah : aha.. gini aja. 2 hari lagi kan bakal ada pensi. Gimana kalo lu nunjukin keahlian nari lu itu, kan rizky suka sama cewek yang bisa nari.
Famy : oh iya.. oke kalau gitu. Lu bantuin gua ya shell
Shella : bantuin apa?
Famy : lu ikut nari bareng gua!
Shella : oke dehhh
ADEGAN 12
Mahdi : teman-teman. Bakal ada pentas seni. Dan diminita setiap kelas memberikan 2 penampilan. Apa ada yang mau?
Famy : gua mau. Gua sama Shella bakal nari!
Rizky : kamu sama shella bisa nari?
Famy : iya dong Rizky. Kamu suka kan sama cewe yang bisa nari?
Rizky : (menoleh ke Tatu)
tatu : (menunduk)
mahdi : siapa lagi yang mau?
Kasiah : (mengangkat tangan) aku mau pencak silat!
Mahdi : berarti kelas kita akan menampilkan tari dan seni bela diri. Tolong dipersiapkan
ADEGAN 13
Hari ini pentas seni.
Yuli : assalamualaikum wr.wb baik teman-teman langsung saja, kita saksikan Tarian Tradisional Jaipong dari perwakilan kelas XII ADPER 1.
Siswa : yeeeeeeee
Famy & shella : nari
Yuli : Selanjutnya akan ada penampilan dari kasiah, ia akan menampilkan seni bela diri. Pencak silat! Selamat menyaksikan!
Kasiah : pencak silat
Siswa : tepuk tangan
Yuli : baik, itulah penampilan dari kasiah. Saya Yuli Mulyani, pamit undur diri. Wasalamualaikum wr.wb
ADEGAN 14
Famy : gimana Lisah? Perfom gue sama shella?
Lisah : iya bagus banget. Gua yakin pasti si Rizky bakal klepek-klepek
Famy : hehe..
Shella : kaya ikan muzair dong klepek-klepek
Famy : yaudah lah.. yuk cabut!
Shella : eh-eh.. liat deh, tuh si Rizky sama si Tatu.
Famy : kurang ajar!
Lisah : terus gimana dong?
Famy : pokoknya, jangan panggil gua Famy kalo gua ga bisa dapetin si Rizky.
Lisah : oke, buktiin fam! Gua yakin lu bisa.
ADEGAN 15
Rizky : sayang?
Tatu : hmm
Rizky : tadi kamu liat kan penampilan famy dan shella?
Tatu : iya
Rizky : mereka hebat ya..
Tatu ; hmm
Rizky : apalagi si famy. Dia lincah banget gerakannya
Tatu : iya iya terserah kamu aja deh
Rizky : koq terserah aku?
Tatu : yang penting kamu bahagia
Rizky : Thanks honey.
(tiba-tiba Diah datang)
Diah : ciee...
Tatu : apa’an sih diah?
Diah : maaf ya gue udah ganggu!
Tatu : gpp kali.
Diah : hmm.. gua Cuma mau ngajak lu ke kantin, yuk..
Tatu : oke.. yang aku ke kantin dulu ya..
Rizky : iya,, dah
Tatu : (Senyum)
ADEGAN 16
Di kantin
Diah : Tatu, kamu tau ga kalo si Famy itu suka sama pacar kamu
Tatu : oh itu.. aku udah tau koq Di
Diah : terus? Kamu diem aja gitu?
Tatu : terus aku harus kaya gimana?
Diah : labrak dia aja. Kamu bilang sama dia, kalo rizky itu udah jadi milik kamu
Tatu : gak mungkin di, udahlah biarin diemin aja
Diah : koq? terus kalo Rizky balik suka sama famy gimana?
Tatu : (kaget). Koq kamu bicara kaya gitu?
Diah : maaf, tapi aku Cuma takut kalo famy ngambil rizky dari kamu tu
Tatu : insyaallah nggak. Aku yakin Rizky setia koq.
Diah : syukur deh kalo gitu.
ADEGAN 17
(sindiran guru jarang masuk)
(di kelas)
Hari ini, walaupun sudah bel masuk. Tapi guru belum juga ada yang ke kelas.
Elisa : Mahdi,, koq belum ada sih gurunya!
Mahdi : gak tau aku juga Lis. Kata receptionis sih, beliau lagi sibuk
Elisa : huu,, gua kan udah siap belajar
Lisah : iya lis.. nyebelin banget ya..
Diah : ada tugas ga?
Mahdi : ga ada di..
Shella : yaelah.. kita kan udah kelas tiga. Masa sih mau gini terus?
Nanda : mana sebentar lagi mau UKOM
Kasiah : iya..tinggal beberapa minggu lagi tau
Elisa : emangnya sibuk apa sih?
Gita : gak tau tuh, harusnya kita dinomorsatukan..
Lisah : kalo gini terus, percuma kita sekolah!
Diah : iyaa.. ngapain coba kita harus lebih pagi masuk sekolah? Kalo emang dikelas kita gak belajar kaya gini?
Mahdi : iya.. apalagi kita pulangnya jam 3. Kalo gitu, kapan kita sosialisasi dengan masyarakat? Itu juga kan perlu
Gita : iya betul, apalagi gue, pulang sekolah langsung mand, makan, istirahat. Udah gitu langsung magrib.
Shella : ah kalian ini, emangnya kalian diperluin di masyarakat?
Lisah : eh.. iya dong shell, apalagi kan sekarang bulan robiulawal. Pemuda-pemudi lagi dibutuhin banget buat jadi panitia
Mahdi : aku jga gitu.. hmm..
Lisah : ah kamu ngikutin aku aja.
Mahdi ; emang kenyataannya yeuu
Lisah : dasar!
Mutia : udah ih berantem mulu kalian. Kalo suka bilang aja kali. Gausah saling ledek gitu.
ADEGAN 18
Siang itu, tatu terlihat sedang mengobrol dengan Mahdi, mereka hendak kerja kelompok, karena kebetulan Mahdi dan Tatu satu kelompok. Namun tiba-tiba Rizky datang, ia melihat mereka dan merasa sedikit cemburu.
Rizky : sial....
Setelah pulang sekolah, yang biasanya mereka pulang bareng, tapi kali ini Rizky meninggalkan Tatu.
Tatu : kemana sih Rizky?
tatu merasa kesal dan memutuskan untuk pulang sendiri karena Rizky yang ditunggu tak kunjung datang, namun, saat diparkiran, Tatu melihat Rizky dan Famy pulang bareng. Hati tatu pun kecewa dan ia segera berlalu sambil cemberut. Ia langsung duduk di halte
Tatu : kamu jahat banget sih Rizky..
Mahdi melihat Tatu yang sedang menyendiri dengan raut muka yang terlihat mendung, dan ia segera menghampri Tatu
Mahdi : Tatu?
(mahdi langsung duduk disebelah Tatu)
Tatu : (nengok)
Mahdi : kamu kenapa? Koq cemberut?
Tatu : gpp koq.
Mahdi : setahu aku kalo cewek bilang gpp, biasanya ada apa-apa. Kamu cerita aja kalo emang ada masalah
Tatu : aku lagi kesel aja nih sama seseorang
Mahdi : kesel sama siapa? Oh,, aku tau, pasti sama pacar kamu ya?
Tatu : sok tau kamu! Tapi iya sih. Sebenarnya aku lagi sebel sama Rizky.
Mahdi : aku mau koq dengerin, kalo kamu mau cerita
Saat Mahdi dan Tatu sedang mengobrol, Lisah melihat mereka dari kejauhan, ia tampak cemberut.
Lisah : ih.. ngapain sih mereka berdua?
Shella : loh.. emangnyay kenapa?
Lisah : (oh iya yah.. ngapain juga gua harus marah)
Lisah : hmm.. nggak koq la.
Shella : oh yaudah
Lisah dan Shella langsung pergi
Tatu : aku Cuma gak suka aja kalo Rizky deket-deket sama famy. Apalagi aku tau kalo Famy itu suka sama Rizky
Mahdi : oh.. jadi itu masalahnya. Yaudah kamu sabar aja. Mereka kan Cuma temenan. Dan mungkin mereka lagi ada perlu, jadi berdua.
Tatu : hmm..
Famy dan Rizky pulang bareng siang itu, mereka melewati tatu dan Mahdi di halte,
ADEGAN 19
Besoknya, Tatu datang ke sekolah lebih awal, karena dia ingin memastikan apakah Rizky dan Famy berangkat bareng lagi atau tidak. Ia sengaja duduk di halte. Setelah beberapa menit, ternyata benar. Rizky dan Famy kembali berangkat bareng. Hati tatu hancur.
Tatu : apakah ini yang kamu mau Rizky?
Tatu segera berlalu. Dengan langkah gontai ia memasuki kelas.
Namun, saat didepan kelas. Rizky dan Famy datang. Rizky hanya memandang tatu sebelah mata, ia malah memegang tangan Famy erat.
Rasa cemburu Tatu semakin menjadi, tak tahan Tatu langsung balik kanan dan pergi ketaman.
Disana ia menangis.
Tatu : kamu tega sama aku Rizky... apa salah aku? Kenapa kamu kaya gini?
Tiba-tiba Rizky datang
Rizky : kamu kenapa nangis? Ditinggalin cowo baru kamu?
Tatu : (menoleh) apa maksud kamu? (menghapus air mata)
Rizky : udahlah.. kamu sekarang beda ya!
Tatu : seharusnya aku yang bilang begitu.
Rizky : you’re wrong. I am not believe again.
Tatu : sebenarnya kamu kenapa rizky? Kenapa kamu setega ini? apa salah aku?
Rizky : gua udah males bahasnya.
Tatu : yaudah, terus mau kamu apa sekarang?
Rizky : gue gak tau.
Tatu : loh.. ini kan hubungan kita? Kamu harus tau!
Rizky : gua udah males. Okey? Jadi. Jangan paksa gue.
Tatu : kamu tuh ya?
Rizky : (meninggalkan tatu)
Tatu : rizky?kii?
(tatu ditinggalkan oleh Rizky sendiri ditaman)
ADEGAN 20
Hari semakin buruk, mendung pun semakin mengundang gelap. Pagi itu entah kenapa Tatu merasa rasa malas menggelayutinya. Berat sekali rasanya kakinya untuk berangkat sekolah. sehingga ibu Tatu menegur anaknya itu
Muhajah : kenapa kamu belum berangkat? Emang gak takut gerbangnya ditutup?
Tatu : mah. Maafin aku ya.
Muhajah : maaf? Untuk apa sayang?
Tatu : mah.. (tiba-tiba tatu tergulai pingsan)
Muhajah : tatu,.. kamu kenapa sayang? Tatu bangun!
Akhirnya Tatu dibawa kerumah sakit.
Fuji : keluarga Tatu?
Muhajah : saya sus.
Fuji : silahkan masuk bu. Ibu dipanggil dokter
Muhajah punmasuk keruang dokter
Fuji : dok, ini keluaraga pasien
Nia : terima kasih sus
Fuji : (mengangguk dan keluar)
Muhajah : bagaimana dok? Bagaimana keadaan anak saya?
Nia : ibu tenang dulu ya
Muhajah : bagaimana saya bisa tenang dok,
Nia : begini bu. Saya terpaksa harus mengatakan ini.
Muhajah : iya dok? Katakan saja.
Nia : sebenarnya anak ibu mengidap penyakit kanker staduim akhir
Muhajah : apa dok? Nggak mungkin, anak saya sehat dok. Dokter pasti salah
Nia : maaf ibu. Tapi ini hasil lab.
Muhajah : tatu.. tidak...
Nia : dan kini kondisi Tatu semakin buruk, mungkin usianya hanya beberapa hari lagi
Muhajah : tapi, saya bisa pastikan dok. Dia sehat. Setiap harinya tidak ada tanda-tanda ia mengidap kanker. Hmm.. apa dia menyembunyikan semuanya dari saya?
Nia : yang sabar ya bu. Kami pihak medis telah berusaha semaksimal mungkin, namun kami sudah tidak bisa. Kanker itu sudah lama menggerogoti otak pasien.
Muhajah : dokter nggak bisa memfonis anak saya seperti itu.. dokter bukan Tuhan.
Nia : hmm.. memang bu, kita pasrahkan aja semuanya kepada Allah
Muhajah : Ya Allah..
Nia : saya permisi dulu bu (langsung keluar)
Muhajah : (keluar dan langsung menelepon Diah)
Muhajah : halo.. Diah? Tatu.. terkena penyakit kanker.
Diah : apa tante? Ya tante. Aku bakal kesana sekarang.
ADEGAN 21
(Dikelas)
Lisah : guys.. si tatu masuk rumah sakit tau!
Famy : akhirnya.. mampus juga tuh anak!
Shella : emang dia kenapa?
Lisah : katanya sih kanker otak. Tapi ga tau deh
(tiba-tiba Diah datang)
Shella : coba deh tanya si diah tuh
Lisah : di.. emangnya si tatu sakit apa ya? Koq sampe dirawat dirumah sakit gitu?
Diah : tatu mengidap kanker otak stadium akhir
Lisah : are you sure? Koq bisa? Bukannya dia baik-baik aja ya?
Diah : (menggeleng)
Lisah : yaudah kamu yang sabar ya..
(meninggalkan diah)
Dan siah segera menemui Rizky.
Diah : Rizky?
Rizky : (menoleh) ada apa diah?
Diah : tatu ki,, tatu masuk rumah sakit.
Rizky : apa? Memangnya dia kenapa?
Diah : tatu mengidap kanker ki. Udah stadium akhir
Rizky : tidak... dirumah sakit mana dia dirawat?
Diah : RSUD berkah ki, aku juga mau kesana
Rizky : (berlari menuju rumah sakit)
Sesampainya di RSUD
Rizky : sayang? Kamu kenapa? Maafin aku.. bangun sayang.. bangun. Aku gak mau kamu kenapa-kenapa. (memegang tangan tatu)
Tatu : (tiba-tiba tatu siuman)
Rizky : sayang? Kamu gak kenapa-napa kan?
Tatu : rizky.. maafin aku
Rizky : nggak tatu. Aku yang salah, kamu cepet sembuh ya
Tatu : maafin aku ya rizky, aku belum bisa jadi pacar yang baik buat kamu. Dan maaf juga, aku tidak bisa lagi menemani hari-hari indah mu.
Rizky : apa maksud kamu? Jangan berbicara seperti itu sayang!
Tatu : semoga kamu selalu tawakal dijalan-Nya
(menghembuskan nafas yang terakhir)
Rizky : Tatu.....................
Rizky berlari menyesali semuanya. Teringat masalalu bersama tatu. Wanita yang membawanya ke jalan kebenaran yang abadi. Sungguh, penyesalan yang dirasakan Rizky teramat dalam.
Kini hari-harinya ia lalui dengan kesedihan. Tak ada sedikitpun senyuman diwajahnya. Dan ia pun jarang masuk sekolah. kegalauan terus melanda jiwanya.
Robby : what happen with you my boy?
Rizky : (terdiam lalu pergi)
Robby : hey.. come here please, are you know you’re crazy. Oh.. is not good my boy
Rizky : don’t noise mam. I sad. Are you know My lovely is die. Now, I very very very sad. Please, understand me. Okay?
Robby : haaah? I am sorry to hear that
Rizky : never mind mam.
Robby : be patient my boy
Rizky : (mengangguk)
ADEGAN 22
Di kelas
Elisa : ya Allah, kasian banget Tatu
Mutia : iya.. tragis banget ya. Malah gua sama sekali gak nyangka dia mengidap kanker
Gita : padahal dia orang baik ya
Diah : mungkin Allah lebih sayang kepada dia, makanya dia terlebih dahulu dipanggil oleh-Nya
Mutia : iya.. kamu bener Di
Nanda : yaudah deh.. mending kita do’a in tatu. Supaya dia diterima di sisi Allah
Elisa : amin..
Mahdi : amin.. semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan ya.
Mahdi : yaudah yuk..kita baca al-fatihah dalam hati
Semua : membaca al-fatihah
Lisah : kasian juga ya tatu..
Shella : iya gua ngerasa bersalah banget udah jahat sama dia
Famy : (diam)
Lisah : gua juga ga enak nih.
Famy : guys.. gua juga ngerasa bersalah nih. Gua udah salah banget sama dia.
Lisah : iya fam.
Famy : terus gua harus gimna ini?
Shella : gimana kalo kita sholat dan bareng-bareng ngedo’ain tatu.
Lisah : yaudah.. yukk
(memakai mukena. Setelah selesai shalat, mereka langsng berdoa bersama)
Famy : ya Allah.. maafin hamba mu ini yang sudah jahat sama Tatu. Aku menyesal ya Allah
Lisah : maafin lisah juga. Semoga Tatu diterima disisi-Mu
Shella : dan semoga Tatu masuk surga. Amin ya Allah
Famy : hamba tau, selama in hamba teah menjahatinya. Tapi hamba menyesal telah melakukan semua itu. Hamba khilap ya Allah. Jaga Tatu disana. Hamba belum sempat meminta maf kepadanya... (menangis)
Lisah : udah fam. Pasti Tatu udah maafin kamu koq.
Famy : aku terlalu jahat sah.. aku malu,, aku juga nggak tau kenapa aku bisa sejahat itu. Aku tidak pantas dimaafkan
Shella :Fam. Kamu jangan ngomong kaya gitu. Aku yakin Allah mendengar semua doa kita.
Lisah : iya fam.. Allah juga pasti akan ngampunin semua dosa kita yang udah kita lakuin ke Tatu
Famy : amin.. makasih ya. Kalian adalah sahabat aku yang paling baik.
(berpelukan)
ADEGAN 23
Rizky masih terpenjara oleh kesedihannya. ia belum bisa melupakan Tatu.
Rizky : ya Allah.. kenapa engkau berikan cobaan aku yang seperti ini? aku tidak bisa melupakannya. Aku sangat mencintainya. Tatu,, kenapa begitu cepat kau tinggalkan aku?
Rizky : bull shit! Percumaa! Tak da lagi bulan yang menemani malam gelapku. Apa aku kembali saja ke dunia gelapku dulu? Kembali ke agamaku yang membebaskan semuanya? Aku tiak tahan, jika aku melewati ini sendiri. Oh.
Ternyata mahdi mendengar perkataan Rizky
Mahdi : rizky.. apa kamu bilang?
Rizky : mau apa kamu?
Mahdi : astagfirullah rizky.. kamu jangan bicara seperti itu.
Rizky : terus. Gua harus bicara seperti apa? Coba deh, kalo lu ada diposisi gua? Apa yan bakal lo lakuin?
Mahdi : terus, apa kembali ke agama kamu yang dulu akan menyelesaikan semuanya?
Rizky : iyaa.. gua rasa itu yang terbaik. Dan mungkin gua harus kembali ke agama gue
Mahdi : Rizky.. jika tatu mendengar ini, pasti dia akan sedih.
Rizky : gua gak bisa ngelewatin ini sendiri.. terlalu berat. Karena setiap aku ingin melakukan kebaikan di agama ini, gua selalu teringat tatu.
Mahdi : rizky.. tatu memang sangat mencintaimu. Dan aku tau kamupun begitu. Tapi dalam islam. Melarang ketergantungan yang sangat berlebihan terhadap sesuatu karena itu akan membuat kita seperti ini, yang ujungnya iman kita lah yang akan menjadi korbannya.
Rizky : tidakkk.. imanku terbuat dari kebaikan Tatu. Dan itu..
Mahdi : bodoh! (menampar) Aku juga pernah mencintai seseorang, dan orang itu meninggalkanku. Tapi aku tidak se down ini rizky. Jika emang kamu sampe mau pindah agama cum gara-gara ini? ini konyol.. kam tidak akan menemukan kebahagiaan abadi lagi.
Rizky : kebahagiaan abadi? Memmang! Aku tidak akan pernah mendapatkannya lagi. Karena gua tau kebahagiian i telah mati bersama Tatu selamanya, i tidak akan pernah bangkit lagi
Mahdi : nggak Rizky,, Allah pasti mempunyai rencana yang jauh lebih indah dari ini. kumohon tetap lah di jalan Allah. Karena sesungguhnya,jalan ibi adalah jalan yang lurus yang akan menoong kita diakhirat
Rizky : (terdiam)
Mahdi : tetap istiqomah Rizky. Allah pasti punya rencana lain
(meninggalkan Rizky)
Rizky : ehhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
ADEGAN 24
Setelah kejadian kemarin, rupanya malamnya Rizky berpikir keras tentang kelanjutannya terhadap agama yang dipercayainya. Tetap dalam isalam atau kembali ke agama yang dulu, yang mengajarkannya kebebasan.
Rizky : bagaimana ini? apa aku harus bertahan?
Tatu.. (melihat langit) apa kamu disana melihat aku? Maafkan aku sayang. Aku telah melukai hatimu. Semoga kau bahagia disana.
Hmm... omongan Mahdi kemarin ada benarnya juga, aku gak mau Tatu sedih kalo dia ngeliat semua ini. aku yang bimbang dengan agamua ku sendiri. Ia.. aku harus bertahan,, karena Allah pasti mempunyai rencana yang lebih baik dari ini.
... maafkan aku ya Allah, aku khilap. Insyaallah dengan ijin-Mu aku akan tetap erada di agama ini.
Oh.. ya.. pak kyai.. gua harus kesana.
Assalamualaikum... pak kyai?
Alip : walaikumsalam.. rizky? Ada apa nak?
Rizky : begini .. saya hampir saja putus asa dan hendak keluar agama
Alip : astagfirullah.. memamngnya kenapa? Bukannya kamu sudah berrjanji untuk istiqomah dalam islam?
Rizky : maaf pak kyai... tapi saya sudah membuang niat itu.
Alip : alhamdulilah, Allah masih melindungimu. Kalo saya boleh tau. Apa yang membuat kamu bimbang seperti ini?
Rizky : itu semua terjadi karena rasa cinta saya kepada seseorang. Sekarang ia telah meninggal, dan saya sangat terpukul, dan hampir saja saya putus asa, namun sekarang saya sadar. Hal demikian sangat dibenci Allah.
Alip : alhamdulilah.. sesungguhnya tidak ada agama yang lebih baik dari islam
Rizky : iya pak kyai. Saya pamit pulang ya.. doa kan saya pak kyai. Semoga saya selalu bisa istiqomah
Alip : amin.. saya selalu mendoakanmu. Saya yakin Allah mempunyai rencana yang baik
Rizky : amin terima kasih pak.
Rizky langsung pulang
ADEGAN 25
Mentari, sangat cerah pagi itu. Ya secerah hati Rziky yang kini sudah terebaskan dari penjara kesedihan.
Pagi itu, Rizky berangkat sekolah. dan di jalan ia melihat Famy yang sedang duduk di halte.
Rizky : famy?
Famy : oh kamu Rizky..
Rizky : yuk.. bareng , ini udah siang tahu.
Famy : gpp koq, biar aku nunggu bus aja disini,
Rizky : ga bakal keburu fam. Kan jam 7.15 gerbang udah ditutup.
Famy : oh iya..
Rizky : yaudah yukk.. bareng aku aja
Famy : yaudah deh..
Rizky dan famy berangkat sekolah bareng. Dan akhirnya Rizky telah mengerti semuanya, bahwa di dunia ini tidak ada yang abadi. Dan ia mencoba menaklukan hidup barunya dengan terus mencari ilmu ilmu agama yang belum ia ketahui bersama Famy yang merupakan kekasih barunya.
terima kasih , semoga bermanfaat :)
THE END
Amazing Jepang 15-23 Des 2014
Assalamualaikum wr.wb
Selamat pagi teman-teman semua.. perkenalkan nama saya Nia Anggraeni. Kelas XII ADPER 1. Disini saya hanya ingin sedikit berbagi cerita.
Namun, sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada Allah S.W.T yang senantiasa telah mengabulkan doa saya untuk pergi ke negeri impian saya Alhamdulilah. Terimakasih juga kepada keluarga yang selalu mendoakan dan mendukung saya, kepada sekolah yang sudah memfasilitasi semua kebutuhan pemberangkatan saya ke Jepang, dan saya ucapkan terimakasih pula kepada Sensei Vera dan sensei osi yang sudah membantu saya dalam semua hal. Dan tidak lupa kepada guru-guru semua terimakasih sudah mendukung dan mendoakan saya. dan Kepada sahabat-sahabat saya Darnis makasih yaa udah mau nganter ke bandara, kepada teman-teman semua terutama buat kelas XII adper 1 terimakasih selalu support saya. Saya tidak tahu bagaimana jadinya jika saya tidak mendapatkan dukungan dari kalian semua, buat seluruh pihak sekali lagi saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.
Berawal dari sebuah mimpi siang itu, saat saya dan sahabat-sahabat saya berkumpul disalahsatu rumah kami, disana kami sedang bernostalgia tentang peshabatan kami yang telah berjalan 3 tahun itu, saat itu kami kelas satu smk. Setelah ngalor ngidul, akhirnya Ria melontarkan satu pertanyaan. Guys... negara impian kalain apa? Tanyanya. Sahabat saya yang lainpun menjawab Diah-Perancis, Lisah-Amerika, Sri-Amerika, Ria-Eropa. Dan ini giliran saya, dengan sungguh-sungguh saya menjawab JEPANG.
Singkat cerita, pagi itu sensei Vera ke kelas kami, ia memberikan satu informasi yang sangat berharga, terutama bagi keterlanjutan mimpi saya terhadap negeri impian saya. Saat itu saya kelas dua smk. Informasinya mengenai lomba poster yang bertemakan permainan tradisional Indonesia dan jika dapat menjuarai lomba tersebut hadiahnya pergi ke Jepang. Nah gimana perasaaan kalian jika mendengar ada kesempatan untuk menuju sesuatu yang merupakan impian kalian? Sudah pasti sangat bahagia, saya merasa informasi tersebut hanya untuk saya karena entah kenapa, hati saya langsung yakin bahwa saya pasti memenangkan lomba tersebut. Walaupun sensei Vera telah menjelaskan bahwa tidak mudah untuk memenangkan perlombaan itu, karena harus melewati beberapa tahap perlombaan dan saingannya pun se-Indonesia dalam artian hanya yang menjuarai di tingkat nasional lah yang akan berangkat ke Jepang sebagai hadiahnya.
Setelah pulang sekolah, saya langsung bicarakan semuanya kepada kaka saya, tentang perlombaan poster tersebut, dan meminta tolong untuk membantu saya karena saya samasekali tidak bisa melukis atau menggambar. Aneh bukan? Katanya mau menjuarai tingkat nasioanl koq ga bisa gambar? Masih yakin bakal menang? Nah.. memang benar sekali saya tidak ahli dalam bidang tersebut, namun saya merasa saya ahli dalam membuat karangan. (Hehe maaf jika terkesan sombong) karena dalam perlombaan itu ada persyaratan membuat karangan tentang permainan tradisioanal yang kita pilih. Saat itu saya memilih permainan tradisional ‘bakiak batok’.
Ini merupakan hari terakhir pengumpulan poster, dan naasnya poster yang saya buat belum selesai. belum diwarnai tepatnya. akhirnya sensei Vera memberikan waktu sampai jam 4 sore. Hati saya masih yakin, namun sedikit cemas karena saat itu hujan turun lebat. Saya terus mewarnai poster tersebut semampu saya yang dibantu dengan sahabat saya Diah, saya pilih warna-warna yang mencolok yang sangat berbanding terbalik dengan warna kesukaan saya yang calm. Saya lakukan itu, karena saya tau, Jepang terkenal dengan anime yang tokohnya digambarkan dengan warna-warna yang metalik dan mencolok. Akhirnya poster tersebut telah selesai. namun hujan diluar makin lebat sedangkan waktu telah menunjukan jam 3 sore. Perasaan cemas dihati saya semakin menjadi-jadi. Saya tidak mungkin naik angkutan umum untuk mengantarkan poster ini kesekolah karena jarak rumah saya yang lumayan jauh dari sekolah. Sakit bukan karena keujanan! Selagi hujan masih berupa air. Saya nggak takut keujanan! Nah itu prinsip saya dengan Diah sore itu. Kami pun langsung on the way.
2 bulan kemudian. Pagi itu, saat saya baru saja datang kesekolah, terdengar Mutia teman saya berteriak memanggil saya. Ia segera menghampiri. Rupanya ia membawa kabar tentang hasil perlombaan tersebut. Ternyata saya kalah Saya hanya mengangguk lemah, lidah saya terasa kelu dan mata saya terasa berkaca-kaca, saya berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis karena kekecewaan yang mendalam ini, setidaknya saat itu, karena waktunya sangat tidak tepat.
Memang, kejadian itu sangat membuat saya galau dan kecewa, namun tidak membuat saya putus asa. Saya terus bersiteguh bahwa saya yakin saya akan menggapai impian saya. Mungkin saat itu hanya belum waktunya.
Saat ada perlombaan seputar bahasa Jepang, saya mencoba mengikusertakan, namun apa hasilnya? Gagal! Saya samasekali tidak terpilih untuk mewakili sekolah. sehingg membuat saya berfikir, sebenarnya ada apa dengan saya? Apa bakat saya bukan disini? Sedikit menyesali diri.
Siang itu, saya sedang mengerjakan soal matematika dikelas, matematika? Ya.. setelah saya berfikir tentang apa sih bakat saya yang sebenarnya? Dan akhirnya, saya merasa bahwa matematika lah jawabannya. Tiba-tiba Dayat memberitahu saya,tentang kabar dari Sensei Vera, bahwa ada surat dari Japan Foundation atas nama saya. saya penasaran, dan akhirnya saya langsung menemui sensei Vera apa maksud dari surat tersebut? sebelum saya menemui sensei Vera, ternyata pihak humas telah terlebih dahulu memanggil saya. Saat saya menemui bu Hj. Imas, beliau langsung berkata.“Nia, udah siap untuk pergi ke Jepang?” saat itu saya berasa mimpi dalam kenyataan, antara percaya dan tidak atas informasi tersebut. Dan akhirnya benar, ternyata saya direkomendasikan oleh pihak Japan foundation untuk pertukaran pemuda ke Jepang selama 10 hari. Teman-teman pasti tau kan bagaimana perasaan saya?
Hari H telah tiba, saat itu tanggal 15 Desember 2014, hari ini bakal menjadi sejarah dalam hidup saya. karena hari ini, saya berangkat ke negeri impian saya, negeri sakura. JEPANG. saya pun pamitan dengan meminta doa agar saya selamat dan dapat kembali ke tanah air ini dengan segudang ilmu dan pengalaman yang saya akan dapatkan di negeri sakura.
Perjalanan menghabiskan waktu 9 jam. Dan ini lah tibanya saya di negri impian saya, saya sangat senang karena di umur saya yang 17 tahun ini saya sudah dapat menginjakan kaki saya ke negeri impian saya. Disana, sangat berbeda dengan negara kita Indonesia.
JEPANG, inilah tempat dimana masalalu benar-benar bertemu dengan masa depan. Disinilah keduanya membaur, jepang memiliki sejarah yang panjang dalam menyerap budaya-budaya maju dari benua Asia sejak dahulu kala selama abad pertengahan, kemudian jepang mulai menerima unsur-unsur peradaban barat sejak akhir abad ke-19. Dengan menerima secara selektif, negara ini telah sukses menambah dimensi baru kedalam budaya aslinya. Harmoni yang luar biasa antara kehalusan segala sesuatu dan konsep “Orang Timur” ini bercampur dengan tekhnologi terdepan dan gaya hidup perkotaan yang ultramodern. Ini benar-benar merupakan bukti sebuah sejarah yang panjang dan mengesankan. Indah, menenangkan, penuh nostalgia, mendalam, modern, menggiurkan, menyenangkan, menarik, penuh sejarah, budaya. Sebutkan saja! Jepang, Jepang, Jepang! Negara yang terjalin dengan keramahan yang tulus dan hangat.
Indonesia merupakan negara ke dua setelah cina yang mempelajari bahasa Jepang. Maka dari itu jepang membuat program yang bertujuan untuk meningkatkan minat pemuda Indonesia terhadap jepang. JENESYS 2.0 merupakan salah satunya. Saat itu kami 100 pemuda berhasil terpilih menjadi duta indonesia. Disana kami terbagi menjadi 4 kelompok. Dan saya masuk ke kelompok D.
Kelompok D akan menjelajahi Tokyo, yang merupakan ibukota negara Jepang. Hari pertama kami mendapat orientasi seputar jepang dan yang membuka acara tersebut merupakan mentri pendidikan Jepang. Waw.. amazing bukan? Esoknya kami mengunjungi Gedung DPRD tokyo, disana kami melihat bagaimana apresiasi masyarakat jepang terhadap politik dinegaranya, terbukti dari masyarakat yang antusias memadati ruang sidang saat sidang berlangsung.
Menurut saya, negara Jepang merupakan negara yang benar-benar aman, bersih dan disiplin. Disiplin? Ya, Saat kami menjadi duta indonesia disana kami merasakan waktu benar-benar ada. Kegiatan berjalan sesuai jadwal, samasekali tidak pernah ngaret. Bersih? Tentu! Karena selama 10 hari saya disana, saya sama sekali tidak pernah menemukan sampah satu pun, baik itu dijalan, sungai maupun perumahan. Dan kesehatan kamipun sangat diperhatikan disana, terbukti setiap harinya dilakukan 3 kali pengukuran suhu badan. Dan jika suhu kami lebih dari batas normal, maka harus dirawat dirumah sakit dan tidak diperbolehkan ikut serta dalam kegiatan. Aman? Jelas! hampir setiap harinya tidak ada kejahatan yang terjadi, karena masyarakat Jepang sangat peduli akan hak dan kewajibannya.
Kemudian tanggal 17 Desember, kami pergi ke Museum Robot. Disana saya menyaksikan sendiri robot yang menyerupai manusia, ekspresi dan gerakannyapun sangat natural itu terbukti bahwa Jepang sangat ahli dalam bidang teknologi. dan siang harinya kami mengunjungi Museum Rumah Tradisional Jepang, disana kami dapat melihat rumah-rumah zaman dulu yang benar-benar terawat keberadaannya, hal menarik yang saya dapatkan disini, yaitu rumah tradisional Jepang, sama sekali tidak menggunakan paku sebagai penghubung kayu yang satu dengan yang lainnya, ini terbukti bahwa masyarakat Jepang memang kreatif.
Esoknya kami ke sekolah WAKABASOGO, sekolah yang menggabungkan smk dan sma. Benar-benar keren dan amazing. Disana kami disambut meriah oleh siswa siswi wakabasogo. Mereka sangat antusias dengan kedatangan kami.
Nah.. sorenya kami dijemput oleh keluarga homestay. Saya, Nini dari Jakarta, Selma dari Sukabumi dan Rani dari Padang diangkat oleh keluarga Nakagawa Yoshitaka. Beliau mempunyai istri asli Taiwan, dan mereka mempunyai 3 orang anak. Yukari adalah anak bungsu mereka yang bersekolah di Wakabasogo. Ia baru kelas 1 SLTA. Keluarga Nakagawa sangat baik, walaupun kami tidak terlalu mengerti bahasa mereka, dan merekapun samasekali tidak mengerti bahasa kami, tapi mereka tetap berusaha untuk menjalin komunikasi dengan kami semampu mereka, begitupun juga dengan kami ber-4. Setelah dua hari tinggal dirumah keluarga Nakagawa, Akhirnya saat hari minggu kami mengadakan perpisahan dengan keluarga homestay, perasaan sedih memenuhi relung hati perasaan saya saat itu, begitu juga mereka. Terlihat mereka juga meneteskan air mata saat akan berpisah dengan kami.
Esoknya kami pergi ke Asakusa, disana terdapat sebuah kuil terbesar yang ada di Jepang. Dan siangnya kami melakukan presentasi dan saya mendapatkan sebuah sertifikat yang sangat berharga dari JICE.
Tanggal 23 Desember adalah hari terakhir saya di Jepang. Kami berangkat dari Bandara Narita sekitar pukul 10.00 WIT dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pukul 17.00 WIB. Dan keluarga saya telah menunggu untuk menjemput saya.
Nah.. itulah pengalaman yang saya dapat, semoga bermanfaat dan dapat menjadikan motivasi bagi teman-teman yang sama-sama mempunyai negara impian Jepang. Terutama buat adik-adikku, semoga tahun depan ada salah satu dari kalian yang bisa mengikuti program Jensys selanjutnya. Terima kasih
Sabtu, 15 November 2014
SKENARIO SITU DAN SIUP
Nia Anggraeni : Manager BPPT (SITU)
Rizky Wahyu S : Suami tukang Bubur
Ringga Beria : Istri tukang Bubur
Nnnda Rizkia : Pembaca sekanario
Ahmad Mahdi : Manager BPPT (SIUP)
Famy Syafitri : Receptionist BPPT
Lepti Nopelanti : Manager Pemasaran Bank
Gita Rizki Aulia : Anak tukang Bubur
Rani Suci Aulia : Receptionis Bank
Prolog : Pagi itu, Pak Rizky seorang tukang bubur keliling. Walaupun rasa kantuk dan capai terus menyerang karena semalaman ia tidak tidur, namun ia tetap semangat, dengan harapan buburnya dapat terjual habis. Sehingga ia bisa membiayai anaknya yang masih sekolah. Allah pun maha adil, saat pa Rizky beristirahat sejenak di pos kamling, tiba-tiba ada segerombolan remaja yang memborong habis buburnya.
Akhirnya bubur pak Rizky pun habis terjual. Ia sangat senang dan esoknya ia menambahkan lagi hasil produksinya. Dan ternyata lagi lagi buburnya habis terjual. Tak puas, ia pun terus menambah jumlah produksinya sampai-sampai ia memutuskan untuk berjualan dirumah juga, karena banyak sekali permintaan dari tetangga tetangganya. dan yang mebantunyaberjualan dirumah yaitu anak dan istrinya sendiri, anaknya yang bernama Gita, ia membantu ibunya setelah pulang sekolah.
Selain pekerja keras, pak Rizky pun sangat hemat, ia selalu menyimpan sebagian uang yang ia peroleh dari hasil jualannya. Biasanya setelah jualan, pak Rizky langsung pergi ke sawah untuk mencangkul, karena keluarga mereka mempunyai 1 petak sawah. Dengan rajin pak Rizky dan keluarganya mengurusi sawah itu. Karena sawah sepetak itu merupakan sumber pengahasilannya selain hasil dari jualan bubur.
Sore itu, saat Bu Ringga hendak memasukkan uang yang ingin ia tabung disebuah celengannya, ternyata celengannya sudah sangat penuh, sehingga tidak ada lagi ruang untuk ia menyimpan uang itu. Tiba-tiba Gita datang, ia baru saja pulang dari sekolah.
Gita : Assalamualaikum
Bu Ringga : walaikumsalam. Udah pulang nak?
Gita : iya bu.. celengannya kenapa bu?
Bu Ringga : udah penuh nak.. gimana ini ya, udah gak cukup lagi kayaknya
Gita : wah uang kita udah banyak berarti bu..
Bu Ringga : alhamdulilah..
Gita : buka aja yuk bu... hehe. Gita penasaran pengen tahu, udah berapa sih uang yang selama ini udah kita kumpulin.
Bu Ringga : Sabar ya nak.. kita tunggu bapak pulang dulu.
Gita : yaudah kalo gitu. Gita nyapu halaman dulu ya bu..
Bu Ringga : iya sayang.. kamu memang anak yang baik
Gita : (tersenyum, gitapun menyapu halaman rumahnya)
Tak lama, pak Rizky pun datang dari sawah, gita pun segera berlari menyambut bapaknya itu.
Gita : Bapak... sini pak, gita bawain cangkulnya
Pak Rizky : iya nak, makasih ya
Gita : pak, ibu udah nungguin bapak tau.
Pak Rizky : memangnya ada apa nak?
Gita : itu pak, tabungan kita udah penuh
Pak Rizky : alhamdulilah .... (Pak Rizky segera berlari dan gitapun menyusulnya)
Pak Rizky : assalamualaikum..
Bu Ringga : walaikumsalam (mencium tangan suaminya)
Pak Rizky : kata anak kita, tabungan kita udah penuh ya bu
Bu Ringga : iya pak.. alhamdulilah.. bagaimana ini pak? Mau kita apakan uang ini?
Pak Rizky : coba kita buka dulu ya bu celengannya
Gita : iya pak setuju..
(membuka celengan)
Pak Rizky : alhamdulilah banyak banget uangnya bu
Bu Ringga : iya pak.. alhamdulilah ya Allah
Gita : yaudah, sini pak, biar gita yang hitung, bapak sama ibu yang beresin aja ya..
Bu Ringga : yaudah iya nak,,
Gita : total semuanya 50 juta bu
Pak Rizky : alhamdulilah ya Allah (sujud)
Bu Ringga : (sujud)
Gita : (sujud)
Pak Rizky : ibu, gimana kalo kita bikin toko. Selama ini kan kita hanya berjualan di teras depan rumah dan berkeliling kampung. Jadi gak ada salahnya kan kita membuat toko untuk berjualan bubur.
Bu Ringga : ibu setuju pak, ibu juga pernah memikirkan hal itu. Entar pelanggan kita bisa nambah banyak kalo tempatnya juga bagus dan sesuai pak.
Pak Rizky : yaudah, besok pagi kita akan memulai pembuatan tokonya ya bu
Bu Ringga : iya pak..
Esoknya, keluarga pak Rizky membangun toko dilahan kosong depan rumahnya, Dan hanya dengan waktu 3 hari saja, toko tersebut sudah siap huni.
Beberapa bulan kemudian, usaha jualan bubur pak Rizky bertambah maju, ia mempunyai beberapa pegawai yang setia bekerja dengannya.
Saat pak Rizky dan Bu Ringga sedang asik mengobrol diluar, gita menghampiri orangtuanya itu
Gita : pak,, bu..
Bu Ringga : iya nak.. ada apa?
Gita : begini bu.. sebentar lagi kan gita lulus. Dan kata bu guru. Gita harus segera membayar tunggakan tunggakan selama ini bu.
Pak Rizky : kapan terakhir pembayarannya?
Gita : sebulan lagi pak.. katanya kalo ga bayar, entar gak bakal bisa ikut UAS pak.
Bu Ringga : gimana ini pak? Sedangkan masih banyak tunggakan yang harus dibayar.
Pak Rizky : apa boleh buat, kita harus minjam ke bank bu.
Bu Ringga : bagaimana caranya pak? Kita kan gak punya apa-apa untuk dijadikan jaminan. Bapak jangan aneh.
Pak Rizky : kita kan punya toko bu. Lagian kan alahamdulilah toko kita lumayan ramai. Jadi bapak kira toko itu bisa jadi jaminan bu
Bu Ringga : iya juga ya pak.. tapi memang bapak tau bagaimana caranya?
Gita : gita tau bu.. kan disekolah gita diajari akan hal ini. tapi sebelumnya kita harus membuat SITU dan SIUP dulu pak, bu.
Pak Rizky : oh iya.. bapak lupa, kita kan belum punya SITU dan SIUP toko ini.
Bu Ringga : nak, terus bagaimana cara membuat semua itu?
Gita : gampang ko bu.. ibu tinggal datang ke kantor BPPT aja. Disana mereka akan melayani cara pembuatan Situ dan Siup bu.
Bu Ringga : oh begitu. Berarti besok bapak kesana ya pa..
Pak Rizky : iya bu..
Gita : maaf ya pak, bu. Gak seharusnya gita repotin ibu bapak mulu
Bu Ringga : enggga apa-apa nak.. ini udah tanggung jawab kita sebagai orangtua kamu
Pak Rizky : iya sayang.. karena bapak menyimpan harapan besar pada diri kamu. Kalo udah lulus nanti, kamu harus terus mengejar cita-cita kamu.
Gita : iya pak,, pokoknya gita bakal kerja dan bantu meringankan beban ibu dan bapak
Bu Ringga : makasih ya nak
Gita : iya bu
Esoknya pak Rizky menuju BPPT Pandeglang
pak Rizky : assalamualaikum
bu Famy : walaikumsalam, selamat saiang pak. Ada yang bisa saya bantu?
pak Rizky : begini bu, saya kesini. Ingin membuat SITU.
Bu Famy : baik pak, sekarang bapak silahkan masuk!
(menunjukan ruanggannya dan mengantar)
Pak Rizky : terimakasih bu
Bu Famy : iya sama-sama
(pak Rizky memasuki ruangan)
Bu Nia : Selamat pagi pak, silahkan duduk!
Pak Rizky : pagi bu, iya terima kasih.
Bu Nia : ada yang bisa saya bantu pak?
Pak Rizky : begini bu, saya ingin membuat SITU.
Bu Nia : kalau begitu, silahkan bapak mengisi formulir ini. (Menyerahakan formulir)
Pak Rizky : (Mengisi formulir) ini bu sudah selesai.
Bu Nia : sebelumnya apakah bapak sudah pernah membuat SITU ?
Pak Rizky : belum bu.
Bu Nia : oh, jadi ini yang pertama ya.
Pak Rizky : iya..
Bu Nia : begini ya pak. Saya akan jelaskan bagaimana prosedur pembuatan SITU.
Pak Rizky : iya bu.
Bu Nia : 1. Sebelumnya pengusaha mengisi formulir permohonan SITU dengan dilampiri izin tertulis pada tetangga kiri, kanan, depan dan belakang dalam bentuk tanda tangan peretujuan dan tidak keberatan dengan keberadaan dengan kegiatan usaha tersebut.
Bu Nia : KTP asli, KK, dan AKTA
Pak Rizky : maaf bu saya tidak membawa berkasnya.
Pak Mahdi : selamat saiang pak. Silahkan duduk!
Pak Rizky : siang.. iya pak
Pak Mahdi : baik, disini saya akan jelaskan cara pembuatan situ dan siup.
Pak Rizky : iya pak.
Pak Mahdi : Seperti yang kita tahu, SIUP adalah surat izin untuk dapat melaksanakan kegiatan usaha perdagangan . setiap perusahaan, koperasi, persekutuan maupun perusahaan perseorangan, yang melakukan kegiatan usaha perdagangan wajib memperoleh SIUP yang diterbitkan berdasarkan domisili perusahaan dan berlaku di seluruh wilayah Republik Indonesia.
Pak Rizky : (manggut-manggut)
Pak mahdi : SIUP dikeluarkan oleh pemerintah daerah dan dibutuhkan oleh pelaku usaha perseorangan maupun pelaku usaha yang telah berbadan hukum.
Pak Rizky : tapi pak, saya kan masih usaha kecil-kecilan. Hanya tukang gorengan.
Pak Mahdi : SIUP tidak hanay dibutuhkan oleh usaha berskla besar saja melainkan juga usaha kecil dan menengah agar usaha yang dilakukan mendapatkan pengakuan dan pengesahan dari pihak pemerintah. Hal ini untuk menghindari terjadi masalah yang dapat mengganggu perkembangan usaha di kemudian hari.
Pak Rizky : berapa laam masa berlakunya pak?
Pak mahdi : SIUP berlaku selama perusahaan perdaganagan menjalankan kegiatan usaha. Perusahaan perdagangan sebagaimana dimaksud wajib melakukan pendaftaran ulang setiap 5 tahun ditempat penerbitan SIUP.
Pak Rizky : maaf pak, sebelumnya saya mau nanya, apa sih kegunaan SIUP itu?
Pak Mahdi : 1. Sebagai alat pengesahan yang diberikan oleh pemerintah sehingga dalam kegiatan usaha tidak terjadi masalah perizinan.
2. dengan memiliki surat izin usaha perdagangan dapat memperlancar perdagangan ekspor dan impor. 3. Sebagai syarat untuk mengikuti kegiatan lelang yang diselenggarakan oleh Pemerintah.
Pak Rizky : terus, apa saja persyaratannya pak?
Pak Mahdi : Formulir pendaftaran, copy akta pendirian, KTP, foto 3x4 2 lembar dan KK.
Pak Rizky : berapa biaya pengurusan SIUP ini pak?
Pak Mahdi : 1. usaha Besar : Rp. 270.000 (kuning)
2. usaha menengah : Rp. 175.000 (Biru)
3. usaha kecil : Rp. 85.000 (putih)
Prosesnya 10 hari, dan biaya tersebut sudah termasuk biaya formulir pendafataran.
Pak Rizky : oh. begitu. terima kasih pak
Sabtu, 26 April 2014
Lestarikan Budaya Bangsa
Sebuah Teks Drama
Disuatu sekolah, SMK Gelora Bangsa,ada perkumpulan siswa-siswi yang membentuk sebuah grup. Grup yang cukup terkenal dan disambut baik oleh para siswa maupun staff guru. Kepala Sekolahpun merasa bangga terhadap siswa-siswinya, yang berperan aktif dalam melestarikan budaya bangsa. Hampir di setiap bulan dan di hari-hari besar tertentu mereka mengadakan pentas seni yang acaranya tidak lain adalah budaya bangsa yang diisi oleh para siswa sekolah itu sendiri. Group PEBU (Peduli Budaya) itu terdiri dari 5 orang.
Aurel jurusan accounting.
Tisa jurusan administrasi perkantoran.
Dharma jurusan Rekayasa Perangkat Lunak
Abi, jurusan marketing.
Dan Erik, jurusan Teknik Komputer Jaringan
(tanggal 7 April)
Adegan 1
Grup PEBU sedang berkumpul diruangannya saat jam istirahat pertama.
Dharma : eh, tadi pagi aku dengar di radio tentang budaya kita yang diklaim oleh negara tetangga, aku prihatin dengan kejadian ini.
Aurel : Aku juga liat di TV tadi malam. Kita nggak boleh tinggal diam kayak gini.
Erik : Kita harus ngelakuin sesuatu!
Dharma dan Aurel menggangguk setuju. Abi nampaknya sedang mencari ide sembari duduk manis dikursi, sedangkan Tisa sibuk mencoret-coret diarynya di pojokan ruangan.
Dharma : oya, Bi? Menurut kamu gimana? (Dharma menoleh kearah Abi)
Abi : (Bangun dari duduknya, segera menghampiri Dharma, Aurel dan Erik)
Gimana kalo minggu depan kita ngadain acara yang beda?
Erik : Maksudnya? (Erik mendongak)
Aurel : Beda gimana Bi?
Abi : Begini, minggu depankan giliran tarian tradisional dari Bali. Gimana kalo kita ganti temanya?
Dharma : Itukan jadwal mutlak kita Bi?
Aurel : Iya, jangan sampe penggemar kita berkurang hanya gara-gara tema yang kita akan tampilkan minggu depan tidak sesuai dengan pengumuman kemarin, penggemar PEBU sudah 1000 lebih Bi.
Erik : Emangnya mau diganti sama tema apa?
Abi : Kita semua sudah sama-sama tahu, Malaysia sudah mengklaim tarian tradisional kita yaitu tari Saman dari Aceh. gimana kalo minggu depan kita ganti temanya dengan itu?
Aurel : Aku setuju! Gimana kalo sambil pameran batik? Batik juga kan hasil karya bangsa kita, yang diklaim oleh Malaysia.
Dharma : Ide bagus!
Erik : yah.. biar aku yang meminta maaf sama penggemar soal perubahan jadwal ini.
Abi : Oke, aku akan membuat proposal dan akan mengajukannya kepada pak Kepala sekolah.
Tisa : Gimana kalo slogannya “Mari kita lestarikan budaya bangsa”? ( Tisa menghampiri teman-temnnya)
Erik : Kamu ngedengerin diskusi kami dari tadi? (Erik bingung)
Tisa : (tersenyum dan menyerahkan catatan kecil)
Dharma : Secepat ini kamu membuat jadwal kegiatannya?
Tisa : hm,, biasa aja!
Aurel :oya,Kira-kira butuh pembacaan puisi gak?Agar acaranya tidak monoton.
Abi : Kenapa enggak? Itu ide bagus.
(mereka semua tersenyum bangga)
Dharma : Yasudah, sudah bel masuk. Kita masuk yuk!
(semuanya mengangguk tersenyum dan lekas meninggalkan ruangan)
XXXXX
(tanggal 8 April)
Adegan 2
Pagi itu Abi sibuk mengetik proposal diruang PEBU, setelah beberapa menit kemudian ia segera print-out. Dan menuju ruang kepala sekolah.
Abi : Assalamualaikum. (abi mengetuk pintu)
Kepsek : Wa’alaikumsalam, silahkan masuk!
Abi : (memasuki ruangan dan segera menyerahkan proposal tersebut)
Begini, pak. Sehubungan dengan berita yang menyedihkan atas pengklaiman tarian tradisional, kami tim PEBU bermaksud untuk berpartisipasi atas ketidakbenaran berita tersebut dengan mengadakan acara yang berkaitan dengan acara tersebut.
Kepsek : (membaca proposal) hmm, saya akan memkirkannya.
Abi : Baik, terimakasih, pak. (mencium tangan kepala sekolah dan bergegas meninggalkan ruangan)
XXXXX
Adegan 3
Erik : (serius mengetik)
Tisa : (duduk sembari mencatat didiarynya)
Erik : Udah sarapan, Sa? (Mendekati Tisa)
Tisa : Belum nih, kenapa?
Erik : Kebetulan aku juga belum. Gimana kalau kita sarapan bareng?
Tisa : Boleh, tapi disini saja makannya.
Erik : Oke. Kamu mau sarapan apa?
Tisa : Roti keju aja.
Erik : Sip! Tunggu sebentar ya?
Tisa : (mengangguk)(ternyata Erik orangnya perhatian ya?) senyum kagum bercampur sedikit suka
Erik : (segera pergi –setelah beberapa menit kemudian- datang membawa 2 bungkus roti dan 2 minuman) Nih, makanannya.
Tisa : Makasih ya, Erik. (mukanya merah merona –gugup-)
Erik : Iya, sama-sama. Kamu jarang sarapan ya?
Tisa : Iya. koq tau?
Erik : Jangan gitu ah, gak baik buat kesehatan kamu. Pantes badan kamu kurus gitu, jarang sarapan sih.. hehe
Tisa : Ah, bisa aja.
Setelah beberapa menit mereka menyelesaikan makanannya dan segera kembali ketugasnya.
Tisa : Masih update minta maaf sama penggemar ya?
Erik : Iya nih, penggemar PEBU banyak yang belum paham.
Tisa : Hmmm .. untung aku nggak kebagian tugas itu, hehe
Erik : Ah, dasar kurus!
Tisa : (cemberut manja)
Abi : (memasuki ruangan PEBU) Aku sudah menghadap pak Kepsek tadi, jadi kamu segera membuat selebaran tentang acara kita ya!
Erik : (menghampiri Abi) Jadi rencana kita disetujui?
Abi : Entahlah.. Pak Kepsek bilang dia perlu berpikir untuk menyetujui semuanya.
Erik : Kapan beliau kasih keputusannya?
Abi : Aku juga belum tahu, tapi beliau bilang akan secepat mungkin.
Tisa : Terus? Apa yang harus kita lakukan sekarang?
Abi : Beritahu Dharma dan Aurel, bahwa sekarang kumpul di ruang PEBU!
Tisa : (menelpon Dharma) Halo, Dharma?
Dharma : (sarapan dikantin bersama Aurel) Iya. Ada apa Sa?
Tisa : Kamu dimana?
Dharma : Aku lagi sarapan nih sama Aurel.
Tisa : Ke Basecamp ya! Abi mau ngadain rapat.
Dharma : Oke. Aku sama Aurel kesana sekarang!
Tisa : Yaudah, kita tunggu disini!
Dharma :Iya, nanti aku kesana. Makasih Sa, atas infonya. (menutup telpon)
Aurel : Ada apa Dhar? (menyenggol Dharma)
Dharma : Abi mau ngadain rapat sekarang.
Aurel : Yasudah, yuk kita kesana! (minum teh)
Dharma : Ayo!
Adegan 4
Sesampainya diruang PEBU.
Dharma & Aurel : Asalamualaikum. (menghampiri dan segera duduk di kursi rapat)
Abi,Tisa dan Erik : Wa’alaikumsalam.
Abi : oke, Bisa kita mulai rapatnya sekarang?
Dharma : Iya Bi, lebih cepat lebih baik.
Abi : Tadi aku sudah menghadap pak Kepala Sekolah, dia akan memberi keputusan secepatnya.
Aurel : Kamu mengajukan biaya berapa?
Abi : 4 juta Rel.
Erik : Kalau misalnya kita tidak disetujui gimana?
Abi : Sampe tidak disetujui sih gak mungkin, karena maksud kita baik. Paling-paling pengajuan dananya yang akan dipotong.
Tisa : Kalo samasekali tidak dikasih biaya gimana?
Abi : kita cuma bisa berdoa. Kalaupun iya kita tidak dikasih biaya,kalian siap kerja untuk meminta bantuan ke perusahaan atau instansi lain?
Dharma : Aku siap! Ini demi bangsa kita!
Aurel :Budaya tidak bisa tergantikan oleh apapun, sekalipun itu harta melimpah. (semangat)
Tisa : Aku rela, aku ikut iuran untuk membantu.
Erik : Ide bagus! Aku setuju.
Abi : Baik, kita tunggu keputusan dari kepala sekolah dulu.
Aurel : Berarti apapun keputusan dari kepala sekolah, acara kita akan berlangsung?
Abi : Kemungkinan besar, iya.
Tisa : Terus kita mau bahas apa lagi sekarang?
Dharma : Gimana kalau kita bahas agenda kegiatannya saja dulu?
Abi : Iya. Rencananya kita akan melakukan kegiatan tersebut tanggal 13.
Erik : Jadi, masih ada waktu seminggu buat prepare.
Abi : Iya, dan sekarang kita akan bagi tugas.Tisa, kamu hubungi tim tari untuk mempelajari tari Saman.
Tisa : oke.. (tersenyum)
Abi :Aurel dan Erik, kalian keliling kelas, beritahu kepada mereka bahwa akan diadakan lomba melukis batik dan pembacaan puisi yang bertemakan Budaya. masing-masing 2 karya lukis batik dan 2 orang pembaca Puisi.
Aurel : aku sama erik? (heran)
Erik : (girang) pas banget! Hehe (menoleh kearah Aurel)
Aurel : pas apanya ? (heran)
Erik : (tersenyum) yey. Mau tau aja.
Aurel : apa-an sih Erik ah. Gak seru! (cemberut)
Abi : (mengangguk) Kamu Dharma, hubungi tim model sekolah kita. Kita akan mengadakan fashion show Batik.
Dharma : sip!
Abi :Dan aku sendiri akan menunggu hasil keputusan dari pak Kepala sekolah, jika proposal kita disetujui alhamdulillah, jika tidak aku akan mencari instansi-instansi yang tepat untuk dimintai bantuan. Dan tanggal 10 aku butuh laporannya! Kalian sanggup?
Erik,Tisa, Aurel dan Dharma (berpandangan, tak lama mereka berkata kompak) Kita sanggup! (saling tersenyum)
Abi : (ikut tersenyum –bel berbunyi-)Yasudah. Udah bel masuk, ayo kita masuk kelas. (berdiri) (Tisa, Abi dan Darma)
Erik : (membereskan buku) bareng yuk!
Aurel : (membereskan buku) emangnya Tadi kamu bilang apa?
Erik : kamu mau tahu?
Aurel : heem..
Erik : mm.. kasih tau gak yah?
Aurel : ah,, Erik. (memukul bahu erik)
Erik : duh.. duh sakit tahu
Dharma : ehem.. (cemberut) kalian belum masuk kelas?
Aurel : ia nih. Eriknya jahat! Yey
Erik : terus? Masalah buat Aurel?
Aurel : tuh kan,, Erikk. Awas lho..
Dharma : yaudah, aku duluan (meninggalkan mereka)
Erik : Dharma kenapa?
Aurel : gak tau. Yaudah ah, aku masuk kelas dulu.
Erik : eh,, Aurel tunggu!
Aurel : yey. (lari)
Erik : hmm (senyum-senyum sendiri)
XXXXX
Adegan 5
Kriiingg! (bel istirahat pertama)
Tisa : (duduk dikursi sambil membereskan selebaran yang telah digandakan)
Abi : (masuk ruangan) Sendiri saja Sa? Yang lain pada kemana?
Tisa : Iya. Mungkin mereka sedang sibuk dengan tugasnya.
Abi : Kapan kamu menghubungi tim tari?
Tisa : Rencananya nanti besok
Abi : Terus, kamu sudah buat selebarannya?
Tisa : Ini baru saja selesai.
Abi : Hebat! Calon sekretaris yang handal.
Tisa : Inikan sudah menjadi tugasku. Oya,kapan selebaran ini disebarkan?
Abi : Besok Aurel dan Erik yang akan menyebarkannya.
Tisa : Oke kalo begitu. Biar aku simpan selebaran ini dimejaku ya?
Abi : Iya.
XXXXX
(tanggal 9 April)
adegan 6
Keesokan harinya, saat jam istirahat pertama. Abi sedang membereskan ruang PEBU, tiba-tiba terdengar suara lantang Aurel.
Aurel : Abii!
Abi : Ada apa Rel?
Aurel : Kamu disuruh ke ruangan kepala sekolah.
Abi : Serius kamu?
Aurel : He-em. (tersenyum gembira)
Abi : Kamu ikut aku ya!
Aurel : Loh? Kok? (bingung)
Abi : Ayo! Kamukan gak ada kerjaan. (menarik lengan Aurel)
Aurel : Tapi, aku harus keliling kelas sama Erik.
Abi : Jadi kamu lebih milih Erik? (cemberut)
Aurel : (bingung) Bukan gtu. Kamu lupa ya Bi?Kemarinkan aku diberi tugas untuk keliling kelas sama Erik, kok kamu malah ngomong kayak gitu?
Abi : (gugup dan garuk2 kepala) Hmm ..Hehe, aku cuma bercanda kok.
Aurel : Huh, dasar! Yaudah cepat sana!
Abi : Iya, do’ain aku semoga berhasil ya!
Aurel : Doa ibu menyertaimu, nak. (tertawa terbahak)
Abi : Dasar bocah (mendorong pelan bahu Aurel)
Abi lekas meninggalkan Aurel, Aurel hanya senyum-senyum sendiri,. Tiba-tiba Dharma datang.
Dharma : Rel?
Aurel : Ada apa Dharma?
Dharma : Kamu lihat Erik hari ini?
Aurel : Belum, aku juga lagi nunggu dia, tapi tuh anak belum juga nongol.
Dharma : Kayaknya dia gak sekolah deh!
Aurel : Loh? Kok bisa? Terus aku sama siapa kalo dia gak sekolah?
Dharma : Kayanya Erik sakit. Sama aku aja!
Aurel : Erik sakit apa? Memangnya kamu sudah menyelesaikan tugas kamu?
Dharma : Gak tau tuh. Udah dong! Gimana? Mau gak?
Aurel : Yaudah, aku ambil selebarannya dulu ya?
Dharma : Aku tunggu diluar.
Aurel : Oke! (Aurel segera mengambil selebaran di meja Tisa, lalumenjalankan tugasnya degan Dharma
XXXXX
Adegan 7
Tisa : Darimana Bi?
Abi : Dari ruangan kepala sekolah.
Tisa : Terus gimana? Udah ada keputusan dari kepala sekolah? Acara kita disetujuin kan?
(tiba-tiba Aurel dan Dharma datang)
Dharma : Ciyeee, berdua aja! (tersenyum lebar)
Ehem-ehem.. Kayaknya ada yang baru nih!
Abi : Apa yang baru? (salah tingkah)
Tisa : Ah, kalian juga berdua!
Aurel : Hmm (senyum males)
Abi : Oh iya, Erik kemana?
Dharma : Kayaknya dia sakit Bi.
Abi : Sakit? Erik bisa sakit? Sakit apa dia?
Dharma : Nggak tau, coba deh kamu telepon dia.
Tisa : Nomornya nggak aktif.
Aurel : Ya ampun, kamu langsung hubungin dia?
Tisa : Hehe
Abi : (cemberut)
Tisa : Gimana kalo nanti pulang sekolah kita kerumah Erik aja?
Dharma : Ide bagus!
Kriiing... kriiing... tiba-tiba bel masuk pun berbunyi dan mereka kembali kekelasnya masing-masing.
XXXXX
Adegan 8
Di jam istirahat kedua, Tisa langsung menuju ruang ekstrakulikuler tari.
Tisa : Kok sepi? Yang lain pada kemana?
Selly : Lagi beli makan. Tumben kamu kesini.
Tisa : Ada yang mau aku omongin sama kalian.
Selly : Kayanya ada hal yang penting, emangnya ada apa?
Tisa : Mmm, mungkin aku bakal kasih tau kalau kalian udah kumpul.
(aktivis tari masuk ke ruang tari)
Vina : Wah, ko ada Tisa? Ada apa nih?
Tisa : Rencananya grup PEBU akan mengadakan acara seminggu lagi. Dan akan menampilkan tari saman. Kalian bisa bantu nggak, buat partisipasi di acara PEBU?
Vina : Kira-kira tepatnya tanggal berapa?
Tisa : Tanggal 13.
Vina : Yasudah kalo begitu. Kami akan mengusahakannya.
Tisa : Makasih ya atas partisipasinya.
Vina : sa?
Tisa : (menoleh)
Vina : good luck ya buat acaranya?.
Tisa : hm.. iya. makasih
(Tisa meninggalkan ruangan)
XXXXX
Adegan 9
(Sepulang sekolah)
Selly : daarr.. (mengagetkan Vina)
Vina : apa sih lu Sell, ngagetin aja.
Selly : lagian lu ngelmun mulu. Lagi mkirin apa? Ada masalah?
Vina : enggak koq. Gua lagi mikirin tim PEBU.
Selly : tim PEBU?
Vina : ia, mereka grup yang the best benget. Gua kagum sama mereka.
Selly : yey. Kagum sama tim PEBU apa sama Dharma? Hehe
Vina : ah,, apa-an sih lu.
Selly : Vin, tuh Darma. Cie-cie..
Vina : Ssst!! Selly, jangan berisik! Nantinya kdengeran!
Selly : ahaha.. merah-merah... (meninggalkan Vina)
Vina : Selly?????? (mengejar Selly)
XXXXX
Adegan 10
Sepulang sekolah mereka segera menuju rumah Erik.
Aurel : Assalamualaikum... Erik! Erik !
Ibu erik : Waalaikumsalam .. Eh kalian, ada apa nih? Silakan masuk dulu.
Aurel : Nggak tante, kita mau nanya kenapa Erik gak masuk sekolah hari ini?
Ibu erik : Semalam Erik demam tinggi, jadi hari ini dia harus istirahat makanya dia nggak sekolah.
Dharma : Kita boleh lihat Erik tante?
Ibu erik : Iya sebentar tante panggilkan Eriknya dulu. Kalian silahkan masuk!
Erik pun datang.
Tisa : Ya ampun Erik, ko kamu bisa sakit sih? Pasti kecapean ya?
Erik : Cuma sakit biasa ko, palingan besok udah bisa masuk sekolah. Kalian tumben kesini. (melirik Aurel)
Dharma : Ya ampun Rik, namanya juga sama temen, kita khawatir kenapa kamu gak masuk sekolah, yaudah kita sepakat untuk kerumah kamu aja.
Erik : Makasih ya, ternyata kalian masih peduli.
Abi : Kenapa harus nggak peduli? Oh iya, tadi aku dipanggil kepsek. Terus dia nggak bisa ngasih uang sebesar yang kita ajuin, dia cuma bisa ngasih sebagiannya aja.
Erik : Yah elah, pelit banget sih tuh kepala sekolah!
Aurel : Ssst, jangan gitu aah. Gak baik tau .
Erik : iya bu Guru, hehe
Aurel : hm.. anak nakal. Lagi sakit masih aja iseng.
Erik : tapi Aurel perhatiankan?
Aurel : yey.. Pede.
Abi : Udah sore nih, pulang yuk!
Tisa : Jangan dulu deh.
Abi : Udah sore Tisa, lagian juga Eriknya mau istirahat. Iya kan Rik?
(Erik hanya tersenyum)
Tisa : Yaudah deeh yuk. Tapi aku ke toilet dulu ya rik!(cemberut)
Aurel : iya. Aku juga! Toiletnya dimana rik?
Erik : yaudah, tuh di arah sana toiletnya.
(Aurel dan Tisa pergi ke toilet)
Erik : oya, Dhar? malem kesini ya? Kamu juga Bi, temenin aku dirumah.
Ibu Erik : iya, nanti malam tante mau ke luar kota, ada keperluan yang harus diselesaikan.
Abi : maaf Rik, aku gak bisa! Banyak tugas! Gpp ya? Kan masih ada Dharma. (menoleh ke Dharma)
Dharma : okeh! Tenang aja bro. (menepuk bahu Erik)
Aurel : yaudah, kita pulang sekarang yuk!
Ibu Erik : Makasih ya udah mau jenguk, hati-hati dijalan.
Semua : Iya tante, Assalamualaikum.
Tisa : bye Erik
Erik : iya. (segera melirik Aurel.) hati-hati ya Rel.(tersenyum)
Aurel : pasti! Lekas sembuh ya Erik!
Erik : iya. Makasih!
XXXXX
Adegan 11
Malamnya, Tisa menelpon Aurel.
Tisa : Rel, lagi sibuk gak?
Aurel : enggak koq. Ada apa sa?
Tisa : anter aku ke rumah Erik yuk!
Aurel : Rumah Erik? Kapan?
Tisa : sekarang lah! Yuk!
Aurel : malam-malam begini? Emangnya mau apa sih?
Tisa : ada perlu aja. Mau ya? Please.
Aurel : hmm,, yaudah! Sebentar aja ya?
Tisa : oke!
XXXXX
Adegan 12
Dirumah Erik, terlihat Erik dan Dharma sedang berincang-bincang.
Dharma : Rik, kayaknya Tisa suka sama kamu tuh. Hehe
Erik : ah,, ada-ada aja !
Dharma : bener tau. Lihat aja sikapnya kalo lagi deket sama kamu,
Erik : mungkin ( cuek )
Adegan 13
Tak lama, Aurel dan Tisa datang.
Tisa : Erikk!!! Gimana kabar kamu?
Erik : baik. Lho kamu sendiri sa? (bingung)
Tisa : sama Aurel tuh. (menoleh kearah Aurel)
Erik : oh. Duduk Rel! (tersenyum)
Aurel : iya. Dharma disini juga?
Dharma : iya nih! Nyokapnya keluar kota, jadi aku disuruh nemenin dia deh!
Aurel : dih.. manja banget sih!
Erik : Aurel mau nemenin juga ya?
Aurel : dih.. geer banget sih kamu Rik. Aku Cuma mau nganter Tisa koq.
Erik : hmm.. jahat ah Aurel.
Aurel : hhe. Gak koq! Aku Cuma becanda(tertawa)
Tisa : ini, aku bawain roti buat kamu Rik.
Erik : makasih sa.
Dharma : bagi satu dong!
Tisa : ih Dharma, ini khusus buat Erik tau.
Erik : hehe.. yaudah nih rotinya buat kamu aja, lagian aku udah makan tadi.
Dharma : gtu dong! Mantep nih.. hhe (memakan roti)
Tisa : Erik, itukan buat kamu!
Erik : aku udah makan koq sa. Lagian rotinyakan rasa coklat. Aku gak suka.
Tisa : emangnya Erik gak suka coklat? (bisiknya pada Aurel)
Aurel : iya. Erik sukanya rasa keju!
Tisa : kenapa kamu gak bilang?
Aurel : kamu sih gak nanya.
Tisa : ya ampun aku lupa.. maaf ya Rik.
Erik : iya gpp.
Tisa : boleh minta minum ga Rik, aku haus nih!
Erik : ambil aja ya sa. Tuh didapur!
Dharma : biar aku antar ya sa. Sekalian aku juga mau minum.
Tisa : yaudah.
(menuju dapur)
Adegan 14
Erik : kamu udah makan Rel?
Aurel : belum.
Erik : lho,, kenapa? Nanti kamu sakit lagi. Aku gak mau kamu kenapa-napa. (menatap Aurel cemas)
Aurel : tadinya sih aku mau makan, yah.. keburu di telpon Tisa, minta anter kerumah kamu. Gak jadi deh makannya.
Erik : hmm. Yaudah kamu makan dulu ya? Biar aku ambilin!
Aurel : gak usah Rik! Nanti aja dirumah.
(Tisa dan Darma datang)
Tisa : suprise! Rik, nih aku buatin susu hangat!
Erik : hmm. Iya makasih ya?
Tisa : iya, sama2
Aurel : udah malem nih, pulang yuk Sa.
Dharma : koq buru-buru sih?
Aurel : Udah malem dhar.
Tisa : yaudah yuk! aku sama Aurel pulang dulu ya Rik.
Erik : iya. Hati- hati ya?
(Aurel dan Tisa berdiri dan hendak pulang)
Erik : Rel?
Aurel : (menoleh)
Erik : jangan lupa makan ya?
Aurel : (tersenyum) iya (mengangguk) (lekas prgi)
Erik : yes!! Hahay
Dharma : kenapa Rik? Kayaknya kamu seneng banget?
Erik : hehe. Gpp koq. Aku pengen cepet besok deh!
Dharma : emangnya kenapa?
Erik : pengen cepet ketemu Aurel lagi! Haha (pergi ke kamar)
Dharma : ah dasar ! (melempar guling)
Kayaknya Erik suka sama Aurel, hmm.. gpp lah, mungkin aku yang harus mengalah.
XXXXX
Adegan 15
(tanggal 10)
Esok harinya di ruang Grup PEBU .. Aurel dan Dharma sedang sibuk mendata siswa yang akan mengikuti pagelaran fashion show. Sedangkan Erik sedang mengumumkan pada fans mereka di Facebook bahwa mereka membutuhkan dana untuk acara mereka. Tiba-tiba Tisa dan Abi datang dengan wajah lesu.
Tisa : Huuft, capek banget! (membenamkan diri di kursi)
Aurel : (melihat ke arah Tisa dan Abi) Eh kalian udah balik! Gimana? Berhasil?
Abi : Lumayan sih, tapi tetep aja ada perusahaan swasta yang nolak.
Dharma : Yang penting kan nggak semuanya nolak. (melihat ke arah Erik) Gimana, Rik? Udah diumumin di Facebook?
Erik : Udah. Lumayan banyak juga yang respon. Mereka nanya gimana cara nyumbangin dananya.
Tisa : Lewat rekening tabungan kita kan?
Erik : Oh iya, iya. Sorry lupa. (nyengir)
Tisa : Eh setelah diitung-itung, kita dapet sumbangan dananya 1 juta nih. Kira-kira cukup nggak?
Aurel : Cukuplah kira-kira.
Dharma : Balik yuk! Capek nih. Lagian juga udah pada selesai kan?
Abi : Iya yuk! (melengos pergi ke luar pintu)
Aurel : Hei, kalian! Tunggu!
XXXXX
Adegan 16
Setelah dzuhur anggota PEBU berkumpul diruangan, mereka mengecek kembali persiapan untuk acara besok.
Aurel : (melihat arloji) yaelah, kemana nih yang lain? ngaret banget sih!
Erik : kondisi mendukung kita Rel.
Aurel : maksudnya?
Erik : masa kamu gak ngerti sih Rel.. cape deh!
Aurel : ah, ngaco! Oya, nyokap kmu udah balik?
Erik : udah koq. Kenapa?
Aurel : hhe.. lucu deh! Tampangnya mandiri. Tapi aslinya anak mamih! Hehe
Erik : hmm.. tapi gak ada salahnyakan?
Aurel : hehe.. gak salah sih. Tapi lucu aja,
Erik : ah, ledek nih Aurel (mendorong bahu Aurel)
Aurel : emang bener kan?
Erik : Rel. Kamu udah makan?
Aurel : udah barusan. Kamu sendirii?
Erik : aku belum makan nih! Anter aku yuk! laperr!
Aurel : tapi, sebentar lagikan kumpul!
Erik : sebentar aja Aurel. Please! Nanti aku sakit lagi nih, kalo telat makan.
Aurel : ye.. jangan ngomong gtu, iya-iya aku antar.
Erik : yuk (memegang lengan Aurel)
Di kantin.
XXXXX
adegan 17
(Aurel sedang membereskan kertas-kertas di ruang PEBU, tak lama Erik datang)
Erik : cekrek! (memotret Aurel) hehe
Aurel : ah, jail nih erik..
Erik : cekrek, cekrek.
Aurel : Erik, ah,, (lari merebut camdig Erik)
Erik : eh,eh,eh...
Aurel : sini camdig nya,
Erik : ets! Jangan dong! Mendingan kita foto bareng. Yuk?
Aurel : dih, kerjaan aku masih banyak.
Erik : udahlah, tinggalin dulu sebentar! Nanti aku bantuin !
Aurel : yaudah, janji ya? Mau bantuin aku?
Erik : okeh (mengacak kerudung Aurel)
Erik : senyum dong Rel.
Aurel : iya, ini juga udah senyum,
Erik : kurang lebar senyumnya!
Aurel : chiis..
(Aurel dan Erik foto bareng. Tiba-tiba Tisa masuk!)
Tisa : Rik..? (tisa langsung cemberut melihat Aurel dan Erik yang masih foto-foto dan segera pergi)
Tisa : (duduk ditaman sekolah) Erik, kenapa kamu lebih memilih Aurel? Kamu gak tahu apa, perasaanku kaya gimana. Aku suka sama kamu Erik. Hm.. bodoh banget sih aku. Kenapa aku suka sama cowok yang bener-bener dia gak suka sama aku.
Malah, aku menghindari cowok yang suka sama aku. Maafin aku ya bi.
Mungkin aku harus melerakan Erik untuk Aurel. Dan aku kan mencoba memberi kesempatan buat Abi. Yah.. ini saatnya aku membalas perasaan Abi.
(mengusap air mata)
XXXXX
adegan 18
Akhirnya hari H yang ditunggu telah tiba. Grup PEBU sedang menyiapkan aula tempat acaranya berlangsung karena beberapa jam lagi acara akan dimulai. Beberapa penonton mulai memadati kursi undangan. Aurel dan Dharma yang menjadi pembawa acara segera memulai acara.
Aurel dan Dharma : Assalamualaikum wr. wb!
Penonton : Waalaikumsalam wr.wb.
Aurel : Terimakasih kepada seluruh tamu undangan dan juga teman-teman yang berkenan hadir pada acara kita hari ini.
Dharma : Ya, pagelaran pentas budaya dengan tema “Mari Kita Lestarikan Budaya Bangsa” ini kami adakan karena rasa keprihatinan kami atas pengklaiman budaya Indonesia yang sedang terjadi akhir-akhir ini.
Aurel : Di acara kali ini, kami akan menampilkan tarian Saman dari Aceh yang akan ditampilkan oleh tim tari sekolah ini, Fashion Show Batik dari tim model sekolah ini pembacaan puisi tentang bangsa, dan juga batik-batik hasil karya murid-murid SMK Gelora Bangsa yang ditampilkan di belakang kami ini.
Dharma : Sekarang marilah kita mulai acara ini dengan membacakan basmalah!
Aurel : Penampilan pertama adalah tarian Saman dari Aceh yang ditampilkan oleh tim tari SMK Gelora Bangsa
Penonton : (tepuk tangan)
~~~
Dharma : Selanjutnya yaitu Fashion Show Batik dari tim model smk Gelora Bangsa
~~~
Aurel : Dan acara yang selanjutnya yaitu pembacaan puisi tentang bangsa. Penampilan pertama dari Tatu Mastupah
~~~
Dharma : Puisi kedua akan dibacakan oleh SitI Masitoh!
~~~
Aurel : Selanjutnya puisi yang akan dibacakan oleh Dea Miftahul Jannah!
~~~
Dharma : Dan puisi yang terakhir dibawakan oleh Imas Tatu Alawiyah!
~~~
Aurel : acara demi acara telah selesai dilaksanakan, kami sebagai emci mohon maaf bila ada kekurangan. Akhir kta wabilahitaufik wlhidayah ass...
(Namun sebelum mengakhiri acara ini, Grup PEBU membawakan sebuah puisi)
Kata orang negeri ini bagai gadis cantik
Yang dilirik ribuan orang di belahan dunia
Dari Sabang sampai Merauke
Memancarkan jutaan keelokan yang menawan
Lihatlah kawan, si pirang berkulit putih
Berbondong-bondong melangkahkan kaki di bumi pertiwi
Mereka hanya ingin berkenalan
Dan mengapresiasi lewat rasa dan karsa
Sedang si anak bangsa asyik dalam mimpi semu
Malu memakai baju kearifan lokal
Tapi bangga akan budaya asing
Termanjakan teknologi yang serba modern
Hingga lupa akan Ibu pertiwi
Yang telah mengandung dan membesarkannya
Namun, tatkala warisan bangsa diakui negara lain,
Barulah semut-semut menjerit
Berteriak dengan semangat berapi-api
Menjunjung harkat dan martabat bangsa
Kini Sang Ibu meneteskan air mata
Sang garuda hanya menunduk
Badan yang kokoh berdiri tanpa jiwa
Karena budaya sebagai ruh telah mulai terkikis
Oleh tebing-tebing keangkuhan
Karya: Anisa Kusuma Wahdat
The End
Disuatu sekolah, SMK Gelora Bangsa,ada perkumpulan siswa-siswi yang membentuk sebuah grup. Grup yang cukup terkenal dan disambut baik oleh para siswa maupun staff guru. Kepala Sekolahpun merasa bangga terhadap siswa-siswinya, yang berperan aktif dalam melestarikan budaya bangsa. Hampir di setiap bulan dan di hari-hari besar tertentu mereka mengadakan pentas seni yang acaranya tidak lain adalah budaya bangsa yang diisi oleh para siswa sekolah itu sendiri. Group PEBU (Peduli Budaya) itu terdiri dari 5 orang.
Aurel jurusan accounting.
Tisa jurusan administrasi perkantoran.
Dharma jurusan Rekayasa Perangkat Lunak
Abi, jurusan marketing.
Dan Erik, jurusan Teknik Komputer Jaringan
(tanggal 7 April)
Adegan 1
Grup PEBU sedang berkumpul diruangannya saat jam istirahat pertama.
Dharma : eh, tadi pagi aku dengar di radio tentang budaya kita yang diklaim oleh negara tetangga, aku prihatin dengan kejadian ini.
Aurel : Aku juga liat di TV tadi malam. Kita nggak boleh tinggal diam kayak gini.
Erik : Kita harus ngelakuin sesuatu!
Dharma dan Aurel menggangguk setuju. Abi nampaknya sedang mencari ide sembari duduk manis dikursi, sedangkan Tisa sibuk mencoret-coret diarynya di pojokan ruangan.
Dharma : oya, Bi? Menurut kamu gimana? (Dharma menoleh kearah Abi)
Abi : (Bangun dari duduknya, segera menghampiri Dharma, Aurel dan Erik)
Gimana kalo minggu depan kita ngadain acara yang beda?
Erik : Maksudnya? (Erik mendongak)
Aurel : Beda gimana Bi?
Abi : Begini, minggu depankan giliran tarian tradisional dari Bali. Gimana kalo kita ganti temanya?
Dharma : Itukan jadwal mutlak kita Bi?
Aurel : Iya, jangan sampe penggemar kita berkurang hanya gara-gara tema yang kita akan tampilkan minggu depan tidak sesuai dengan pengumuman kemarin, penggemar PEBU sudah 1000 lebih Bi.
Erik : Emangnya mau diganti sama tema apa?
Abi : Kita semua sudah sama-sama tahu, Malaysia sudah mengklaim tarian tradisional kita yaitu tari Saman dari Aceh. gimana kalo minggu depan kita ganti temanya dengan itu?
Aurel : Aku setuju! Gimana kalo sambil pameran batik? Batik juga kan hasil karya bangsa kita, yang diklaim oleh Malaysia.
Dharma : Ide bagus!
Erik : yah.. biar aku yang meminta maaf sama penggemar soal perubahan jadwal ini.
Abi : Oke, aku akan membuat proposal dan akan mengajukannya kepada pak Kepala sekolah.
Tisa : Gimana kalo slogannya “Mari kita lestarikan budaya bangsa”? ( Tisa menghampiri teman-temnnya)
Erik : Kamu ngedengerin diskusi kami dari tadi? (Erik bingung)
Tisa : (tersenyum dan menyerahkan catatan kecil)
Dharma : Secepat ini kamu membuat jadwal kegiatannya?
Tisa : hm,, biasa aja!
Aurel :oya,Kira-kira butuh pembacaan puisi gak?Agar acaranya tidak monoton.
Abi : Kenapa enggak? Itu ide bagus.
(mereka semua tersenyum bangga)
Dharma : Yasudah, sudah bel masuk. Kita masuk yuk!
(semuanya mengangguk tersenyum dan lekas meninggalkan ruangan)
XXXXX
(tanggal 8 April)
Adegan 2
Pagi itu Abi sibuk mengetik proposal diruang PEBU, setelah beberapa menit kemudian ia segera print-out. Dan menuju ruang kepala sekolah.
Abi : Assalamualaikum. (abi mengetuk pintu)
Kepsek : Wa’alaikumsalam, silahkan masuk!
Abi : (memasuki ruangan dan segera menyerahkan proposal tersebut)
Begini, pak. Sehubungan dengan berita yang menyedihkan atas pengklaiman tarian tradisional, kami tim PEBU bermaksud untuk berpartisipasi atas ketidakbenaran berita tersebut dengan mengadakan acara yang berkaitan dengan acara tersebut.
Kepsek : (membaca proposal) hmm, saya akan memkirkannya.
Abi : Baik, terimakasih, pak. (mencium tangan kepala sekolah dan bergegas meninggalkan ruangan)
XXXXX
Adegan 3
Erik : (serius mengetik)
Tisa : (duduk sembari mencatat didiarynya)
Erik : Udah sarapan, Sa? (Mendekati Tisa)
Tisa : Belum nih, kenapa?
Erik : Kebetulan aku juga belum. Gimana kalau kita sarapan bareng?
Tisa : Boleh, tapi disini saja makannya.
Erik : Oke. Kamu mau sarapan apa?
Tisa : Roti keju aja.
Erik : Sip! Tunggu sebentar ya?
Tisa : (mengangguk)(ternyata Erik orangnya perhatian ya?) senyum kagum bercampur sedikit suka
Erik : (segera pergi –setelah beberapa menit kemudian- datang membawa 2 bungkus roti dan 2 minuman) Nih, makanannya.
Tisa : Makasih ya, Erik. (mukanya merah merona –gugup-)
Erik : Iya, sama-sama. Kamu jarang sarapan ya?
Tisa : Iya. koq tau?
Erik : Jangan gitu ah, gak baik buat kesehatan kamu. Pantes badan kamu kurus gitu, jarang sarapan sih.. hehe
Tisa : Ah, bisa aja.
Setelah beberapa menit mereka menyelesaikan makanannya dan segera kembali ketugasnya.
Tisa : Masih update minta maaf sama penggemar ya?
Erik : Iya nih, penggemar PEBU banyak yang belum paham.
Tisa : Hmmm .. untung aku nggak kebagian tugas itu, hehe
Erik : Ah, dasar kurus!
Tisa : (cemberut manja)
Abi : (memasuki ruangan PEBU) Aku sudah menghadap pak Kepsek tadi, jadi kamu segera membuat selebaran tentang acara kita ya!
Erik : (menghampiri Abi) Jadi rencana kita disetujui?
Abi : Entahlah.. Pak Kepsek bilang dia perlu berpikir untuk menyetujui semuanya.
Erik : Kapan beliau kasih keputusannya?
Abi : Aku juga belum tahu, tapi beliau bilang akan secepat mungkin.
Tisa : Terus? Apa yang harus kita lakukan sekarang?
Abi : Beritahu Dharma dan Aurel, bahwa sekarang kumpul di ruang PEBU!
Tisa : (menelpon Dharma) Halo, Dharma?
Dharma : (sarapan dikantin bersama Aurel) Iya. Ada apa Sa?
Tisa : Kamu dimana?
Dharma : Aku lagi sarapan nih sama Aurel.
Tisa : Ke Basecamp ya! Abi mau ngadain rapat.
Dharma : Oke. Aku sama Aurel kesana sekarang!
Tisa : Yaudah, kita tunggu disini!
Dharma :Iya, nanti aku kesana. Makasih Sa, atas infonya. (menutup telpon)
Aurel : Ada apa Dhar? (menyenggol Dharma)
Dharma : Abi mau ngadain rapat sekarang.
Aurel : Yasudah, yuk kita kesana! (minum teh)
Dharma : Ayo!
Adegan 4
Sesampainya diruang PEBU.
Dharma & Aurel : Asalamualaikum. (menghampiri dan segera duduk di kursi rapat)
Abi,Tisa dan Erik : Wa’alaikumsalam.
Abi : oke, Bisa kita mulai rapatnya sekarang?
Dharma : Iya Bi, lebih cepat lebih baik.
Abi : Tadi aku sudah menghadap pak Kepala Sekolah, dia akan memberi keputusan secepatnya.
Aurel : Kamu mengajukan biaya berapa?
Abi : 4 juta Rel.
Erik : Kalau misalnya kita tidak disetujui gimana?
Abi : Sampe tidak disetujui sih gak mungkin, karena maksud kita baik. Paling-paling pengajuan dananya yang akan dipotong.
Tisa : Kalo samasekali tidak dikasih biaya gimana?
Abi : kita cuma bisa berdoa. Kalaupun iya kita tidak dikasih biaya,kalian siap kerja untuk meminta bantuan ke perusahaan atau instansi lain?
Dharma : Aku siap! Ini demi bangsa kita!
Aurel :Budaya tidak bisa tergantikan oleh apapun, sekalipun itu harta melimpah. (semangat)
Tisa : Aku rela, aku ikut iuran untuk membantu.
Erik : Ide bagus! Aku setuju.
Abi : Baik, kita tunggu keputusan dari kepala sekolah dulu.
Aurel : Berarti apapun keputusan dari kepala sekolah, acara kita akan berlangsung?
Abi : Kemungkinan besar, iya.
Tisa : Terus kita mau bahas apa lagi sekarang?
Dharma : Gimana kalau kita bahas agenda kegiatannya saja dulu?
Abi : Iya. Rencananya kita akan melakukan kegiatan tersebut tanggal 13.
Erik : Jadi, masih ada waktu seminggu buat prepare.
Abi : Iya, dan sekarang kita akan bagi tugas.Tisa, kamu hubungi tim tari untuk mempelajari tari Saman.
Tisa : oke.. (tersenyum)
Abi :Aurel dan Erik, kalian keliling kelas, beritahu kepada mereka bahwa akan diadakan lomba melukis batik dan pembacaan puisi yang bertemakan Budaya. masing-masing 2 karya lukis batik dan 2 orang pembaca Puisi.
Aurel : aku sama erik? (heran)
Erik : (girang) pas banget! Hehe (menoleh kearah Aurel)
Aurel : pas apanya ? (heran)
Erik : (tersenyum) yey. Mau tau aja.
Aurel : apa-an sih Erik ah. Gak seru! (cemberut)
Abi : (mengangguk) Kamu Dharma, hubungi tim model sekolah kita. Kita akan mengadakan fashion show Batik.
Dharma : sip!
Abi :Dan aku sendiri akan menunggu hasil keputusan dari pak Kepala sekolah, jika proposal kita disetujui alhamdulillah, jika tidak aku akan mencari instansi-instansi yang tepat untuk dimintai bantuan. Dan tanggal 10 aku butuh laporannya! Kalian sanggup?
Erik,Tisa, Aurel dan Dharma (berpandangan, tak lama mereka berkata kompak) Kita sanggup! (saling tersenyum)
Abi : (ikut tersenyum –bel berbunyi-)Yasudah. Udah bel masuk, ayo kita masuk kelas. (berdiri) (Tisa, Abi dan Darma)
Erik : (membereskan buku) bareng yuk!
Aurel : (membereskan buku) emangnya Tadi kamu bilang apa?
Erik : kamu mau tahu?
Aurel : heem..
Erik : mm.. kasih tau gak yah?
Aurel : ah,, Erik. (memukul bahu erik)
Erik : duh.. duh sakit tahu
Dharma : ehem.. (cemberut) kalian belum masuk kelas?
Aurel : ia nih. Eriknya jahat! Yey
Erik : terus? Masalah buat Aurel?
Aurel : tuh kan,, Erikk. Awas lho..
Dharma : yaudah, aku duluan (meninggalkan mereka)
Erik : Dharma kenapa?
Aurel : gak tau. Yaudah ah, aku masuk kelas dulu.
Erik : eh,, Aurel tunggu!
Aurel : yey. (lari)
Erik : hmm (senyum-senyum sendiri)
XXXXX
Adegan 5
Kriiingg! (bel istirahat pertama)
Tisa : (duduk dikursi sambil membereskan selebaran yang telah digandakan)
Abi : (masuk ruangan) Sendiri saja Sa? Yang lain pada kemana?
Tisa : Iya. Mungkin mereka sedang sibuk dengan tugasnya.
Abi : Kapan kamu menghubungi tim tari?
Tisa : Rencananya nanti besok
Abi : Terus, kamu sudah buat selebarannya?
Tisa : Ini baru saja selesai.
Abi : Hebat! Calon sekretaris yang handal.
Tisa : Inikan sudah menjadi tugasku. Oya,kapan selebaran ini disebarkan?
Abi : Besok Aurel dan Erik yang akan menyebarkannya.
Tisa : Oke kalo begitu. Biar aku simpan selebaran ini dimejaku ya?
Abi : Iya.
XXXXX
(tanggal 9 April)
adegan 6
Keesokan harinya, saat jam istirahat pertama. Abi sedang membereskan ruang PEBU, tiba-tiba terdengar suara lantang Aurel.
Aurel : Abii!
Abi : Ada apa Rel?
Aurel : Kamu disuruh ke ruangan kepala sekolah.
Abi : Serius kamu?
Aurel : He-em. (tersenyum gembira)
Abi : Kamu ikut aku ya!
Aurel : Loh? Kok? (bingung)
Abi : Ayo! Kamukan gak ada kerjaan. (menarik lengan Aurel)
Aurel : Tapi, aku harus keliling kelas sama Erik.
Abi : Jadi kamu lebih milih Erik? (cemberut)
Aurel : (bingung) Bukan gtu. Kamu lupa ya Bi?Kemarinkan aku diberi tugas untuk keliling kelas sama Erik, kok kamu malah ngomong kayak gitu?
Abi : (gugup dan garuk2 kepala) Hmm ..Hehe, aku cuma bercanda kok.
Aurel : Huh, dasar! Yaudah cepat sana!
Abi : Iya, do’ain aku semoga berhasil ya!
Aurel : Doa ibu menyertaimu, nak. (tertawa terbahak)
Abi : Dasar bocah (mendorong pelan bahu Aurel)
Abi lekas meninggalkan Aurel, Aurel hanya senyum-senyum sendiri,. Tiba-tiba Dharma datang.
Dharma : Rel?
Aurel : Ada apa Dharma?
Dharma : Kamu lihat Erik hari ini?
Aurel : Belum, aku juga lagi nunggu dia, tapi tuh anak belum juga nongol.
Dharma : Kayaknya dia gak sekolah deh!
Aurel : Loh? Kok bisa? Terus aku sama siapa kalo dia gak sekolah?
Dharma : Kayanya Erik sakit. Sama aku aja!
Aurel : Erik sakit apa? Memangnya kamu sudah menyelesaikan tugas kamu?
Dharma : Gak tau tuh. Udah dong! Gimana? Mau gak?
Aurel : Yaudah, aku ambil selebarannya dulu ya?
Dharma : Aku tunggu diluar.
Aurel : Oke! (Aurel segera mengambil selebaran di meja Tisa, lalumenjalankan tugasnya degan Dharma
XXXXX
Adegan 7
Tisa : Darimana Bi?
Abi : Dari ruangan kepala sekolah.
Tisa : Terus gimana? Udah ada keputusan dari kepala sekolah? Acara kita disetujuin kan?
(tiba-tiba Aurel dan Dharma datang)
Dharma : Ciyeee, berdua aja! (tersenyum lebar)
Ehem-ehem.. Kayaknya ada yang baru nih!
Abi : Apa yang baru? (salah tingkah)
Tisa : Ah, kalian juga berdua!
Aurel : Hmm (senyum males)
Abi : Oh iya, Erik kemana?
Dharma : Kayaknya dia sakit Bi.
Abi : Sakit? Erik bisa sakit? Sakit apa dia?
Dharma : Nggak tau, coba deh kamu telepon dia.
Tisa : Nomornya nggak aktif.
Aurel : Ya ampun, kamu langsung hubungin dia?
Tisa : Hehe
Abi : (cemberut)
Tisa : Gimana kalo nanti pulang sekolah kita kerumah Erik aja?
Dharma : Ide bagus!
Kriiing... kriiing... tiba-tiba bel masuk pun berbunyi dan mereka kembali kekelasnya masing-masing.
XXXXX
Adegan 8
Di jam istirahat kedua, Tisa langsung menuju ruang ekstrakulikuler tari.
Tisa : Kok sepi? Yang lain pada kemana?
Selly : Lagi beli makan. Tumben kamu kesini.
Tisa : Ada yang mau aku omongin sama kalian.
Selly : Kayanya ada hal yang penting, emangnya ada apa?
Tisa : Mmm, mungkin aku bakal kasih tau kalau kalian udah kumpul.
(aktivis tari masuk ke ruang tari)
Vina : Wah, ko ada Tisa? Ada apa nih?
Tisa : Rencananya grup PEBU akan mengadakan acara seminggu lagi. Dan akan menampilkan tari saman. Kalian bisa bantu nggak, buat partisipasi di acara PEBU?
Vina : Kira-kira tepatnya tanggal berapa?
Tisa : Tanggal 13.
Vina : Yasudah kalo begitu. Kami akan mengusahakannya.
Tisa : Makasih ya atas partisipasinya.
Vina : sa?
Tisa : (menoleh)
Vina : good luck ya buat acaranya?.
Tisa : hm.. iya. makasih
(Tisa meninggalkan ruangan)
XXXXX
Adegan 9
(Sepulang sekolah)
Selly : daarr.. (mengagetkan Vina)
Vina : apa sih lu Sell, ngagetin aja.
Selly : lagian lu ngelmun mulu. Lagi mkirin apa? Ada masalah?
Vina : enggak koq. Gua lagi mikirin tim PEBU.
Selly : tim PEBU?
Vina : ia, mereka grup yang the best benget. Gua kagum sama mereka.
Selly : yey. Kagum sama tim PEBU apa sama Dharma? Hehe
Vina : ah,, apa-an sih lu.
Selly : Vin, tuh Darma. Cie-cie..
Vina : Ssst!! Selly, jangan berisik! Nantinya kdengeran!
Selly : ahaha.. merah-merah... (meninggalkan Vina)
Vina : Selly?????? (mengejar Selly)
XXXXX
Adegan 10
Sepulang sekolah mereka segera menuju rumah Erik.
Aurel : Assalamualaikum... Erik! Erik !
Ibu erik : Waalaikumsalam .. Eh kalian, ada apa nih? Silakan masuk dulu.
Aurel : Nggak tante, kita mau nanya kenapa Erik gak masuk sekolah hari ini?
Ibu erik : Semalam Erik demam tinggi, jadi hari ini dia harus istirahat makanya dia nggak sekolah.
Dharma : Kita boleh lihat Erik tante?
Ibu erik : Iya sebentar tante panggilkan Eriknya dulu. Kalian silahkan masuk!
Erik pun datang.
Tisa : Ya ampun Erik, ko kamu bisa sakit sih? Pasti kecapean ya?
Erik : Cuma sakit biasa ko, palingan besok udah bisa masuk sekolah. Kalian tumben kesini. (melirik Aurel)
Dharma : Ya ampun Rik, namanya juga sama temen, kita khawatir kenapa kamu gak masuk sekolah, yaudah kita sepakat untuk kerumah kamu aja.
Erik : Makasih ya, ternyata kalian masih peduli.
Abi : Kenapa harus nggak peduli? Oh iya, tadi aku dipanggil kepsek. Terus dia nggak bisa ngasih uang sebesar yang kita ajuin, dia cuma bisa ngasih sebagiannya aja.
Erik : Yah elah, pelit banget sih tuh kepala sekolah!
Aurel : Ssst, jangan gitu aah. Gak baik tau .
Erik : iya bu Guru, hehe
Aurel : hm.. anak nakal. Lagi sakit masih aja iseng.
Erik : tapi Aurel perhatiankan?
Aurel : yey.. Pede.
Abi : Udah sore nih, pulang yuk!
Tisa : Jangan dulu deh.
Abi : Udah sore Tisa, lagian juga Eriknya mau istirahat. Iya kan Rik?
(Erik hanya tersenyum)
Tisa : Yaudah deeh yuk. Tapi aku ke toilet dulu ya rik!(cemberut)
Aurel : iya. Aku juga! Toiletnya dimana rik?
Erik : yaudah, tuh di arah sana toiletnya.
(Aurel dan Tisa pergi ke toilet)
Erik : oya, Dhar? malem kesini ya? Kamu juga Bi, temenin aku dirumah.
Ibu Erik : iya, nanti malam tante mau ke luar kota, ada keperluan yang harus diselesaikan.
Abi : maaf Rik, aku gak bisa! Banyak tugas! Gpp ya? Kan masih ada Dharma. (menoleh ke Dharma)
Dharma : okeh! Tenang aja bro. (menepuk bahu Erik)
Aurel : yaudah, kita pulang sekarang yuk!
Ibu Erik : Makasih ya udah mau jenguk, hati-hati dijalan.
Semua : Iya tante, Assalamualaikum.
Tisa : bye Erik
Erik : iya. (segera melirik Aurel.) hati-hati ya Rel.(tersenyum)
Aurel : pasti! Lekas sembuh ya Erik!
Erik : iya. Makasih!
XXXXX
Adegan 11
Malamnya, Tisa menelpon Aurel.
Tisa : Rel, lagi sibuk gak?
Aurel : enggak koq. Ada apa sa?
Tisa : anter aku ke rumah Erik yuk!
Aurel : Rumah Erik? Kapan?
Tisa : sekarang lah! Yuk!
Aurel : malam-malam begini? Emangnya mau apa sih?
Tisa : ada perlu aja. Mau ya? Please.
Aurel : hmm,, yaudah! Sebentar aja ya?
Tisa : oke!
XXXXX
Adegan 12
Dirumah Erik, terlihat Erik dan Dharma sedang berincang-bincang.
Dharma : Rik, kayaknya Tisa suka sama kamu tuh. Hehe
Erik : ah,, ada-ada aja !
Dharma : bener tau. Lihat aja sikapnya kalo lagi deket sama kamu,
Erik : mungkin ( cuek )
Adegan 13
Tak lama, Aurel dan Tisa datang.
Tisa : Erikk!!! Gimana kabar kamu?
Erik : baik. Lho kamu sendiri sa? (bingung)
Tisa : sama Aurel tuh. (menoleh kearah Aurel)
Erik : oh. Duduk Rel! (tersenyum)
Aurel : iya. Dharma disini juga?
Dharma : iya nih! Nyokapnya keluar kota, jadi aku disuruh nemenin dia deh!
Aurel : dih.. manja banget sih!
Erik : Aurel mau nemenin juga ya?
Aurel : dih.. geer banget sih kamu Rik. Aku Cuma mau nganter Tisa koq.
Erik : hmm.. jahat ah Aurel.
Aurel : hhe. Gak koq! Aku Cuma becanda(tertawa)
Tisa : ini, aku bawain roti buat kamu Rik.
Erik : makasih sa.
Dharma : bagi satu dong!
Tisa : ih Dharma, ini khusus buat Erik tau.
Erik : hehe.. yaudah nih rotinya buat kamu aja, lagian aku udah makan tadi.
Dharma : gtu dong! Mantep nih.. hhe (memakan roti)
Tisa : Erik, itukan buat kamu!
Erik : aku udah makan koq sa. Lagian rotinyakan rasa coklat. Aku gak suka.
Tisa : emangnya Erik gak suka coklat? (bisiknya pada Aurel)
Aurel : iya. Erik sukanya rasa keju!
Tisa : kenapa kamu gak bilang?
Aurel : kamu sih gak nanya.
Tisa : ya ampun aku lupa.. maaf ya Rik.
Erik : iya gpp.
Tisa : boleh minta minum ga Rik, aku haus nih!
Erik : ambil aja ya sa. Tuh didapur!
Dharma : biar aku antar ya sa. Sekalian aku juga mau minum.
Tisa : yaudah.
(menuju dapur)
Adegan 14
Erik : kamu udah makan Rel?
Aurel : belum.
Erik : lho,, kenapa? Nanti kamu sakit lagi. Aku gak mau kamu kenapa-napa. (menatap Aurel cemas)
Aurel : tadinya sih aku mau makan, yah.. keburu di telpon Tisa, minta anter kerumah kamu. Gak jadi deh makannya.
Erik : hmm. Yaudah kamu makan dulu ya? Biar aku ambilin!
Aurel : gak usah Rik! Nanti aja dirumah.
(Tisa dan Darma datang)
Tisa : suprise! Rik, nih aku buatin susu hangat!
Erik : hmm. Iya makasih ya?
Tisa : iya, sama2
Aurel : udah malem nih, pulang yuk Sa.
Dharma : koq buru-buru sih?
Aurel : Udah malem dhar.
Tisa : yaudah yuk! aku sama Aurel pulang dulu ya Rik.
Erik : iya. Hati- hati ya?
(Aurel dan Tisa berdiri dan hendak pulang)
Erik : Rel?
Aurel : (menoleh)
Erik : jangan lupa makan ya?
Aurel : (tersenyum) iya (mengangguk) (lekas prgi)
Erik : yes!! Hahay
Dharma : kenapa Rik? Kayaknya kamu seneng banget?
Erik : hehe. Gpp koq. Aku pengen cepet besok deh!
Dharma : emangnya kenapa?
Erik : pengen cepet ketemu Aurel lagi! Haha (pergi ke kamar)
Dharma : ah dasar ! (melempar guling)
Kayaknya Erik suka sama Aurel, hmm.. gpp lah, mungkin aku yang harus mengalah.
XXXXX
Adegan 15
(tanggal 10)
Esok harinya di ruang Grup PEBU .. Aurel dan Dharma sedang sibuk mendata siswa yang akan mengikuti pagelaran fashion show. Sedangkan Erik sedang mengumumkan pada fans mereka di Facebook bahwa mereka membutuhkan dana untuk acara mereka. Tiba-tiba Tisa dan Abi datang dengan wajah lesu.
Tisa : Huuft, capek banget! (membenamkan diri di kursi)
Aurel : (melihat ke arah Tisa dan Abi) Eh kalian udah balik! Gimana? Berhasil?
Abi : Lumayan sih, tapi tetep aja ada perusahaan swasta yang nolak.
Dharma : Yang penting kan nggak semuanya nolak. (melihat ke arah Erik) Gimana, Rik? Udah diumumin di Facebook?
Erik : Udah. Lumayan banyak juga yang respon. Mereka nanya gimana cara nyumbangin dananya.
Tisa : Lewat rekening tabungan kita kan?
Erik : Oh iya, iya. Sorry lupa. (nyengir)
Tisa : Eh setelah diitung-itung, kita dapet sumbangan dananya 1 juta nih. Kira-kira cukup nggak?
Aurel : Cukuplah kira-kira.
Dharma : Balik yuk! Capek nih. Lagian juga udah pada selesai kan?
Abi : Iya yuk! (melengos pergi ke luar pintu)
Aurel : Hei, kalian! Tunggu!
XXXXX
Adegan 16
Setelah dzuhur anggota PEBU berkumpul diruangan, mereka mengecek kembali persiapan untuk acara besok.
Aurel : (melihat arloji) yaelah, kemana nih yang lain? ngaret banget sih!
Erik : kondisi mendukung kita Rel.
Aurel : maksudnya?
Erik : masa kamu gak ngerti sih Rel.. cape deh!
Aurel : ah, ngaco! Oya, nyokap kmu udah balik?
Erik : udah koq. Kenapa?
Aurel : hhe.. lucu deh! Tampangnya mandiri. Tapi aslinya anak mamih! Hehe
Erik : hmm.. tapi gak ada salahnyakan?
Aurel : hehe.. gak salah sih. Tapi lucu aja,
Erik : ah, ledek nih Aurel (mendorong bahu Aurel)
Aurel : emang bener kan?
Erik : Rel. Kamu udah makan?
Aurel : udah barusan. Kamu sendirii?
Erik : aku belum makan nih! Anter aku yuk! laperr!
Aurel : tapi, sebentar lagikan kumpul!
Erik : sebentar aja Aurel. Please! Nanti aku sakit lagi nih, kalo telat makan.
Aurel : ye.. jangan ngomong gtu, iya-iya aku antar.
Erik : yuk (memegang lengan Aurel)
Di kantin.
XXXXX
adegan 17
(Aurel sedang membereskan kertas-kertas di ruang PEBU, tak lama Erik datang)
Erik : cekrek! (memotret Aurel) hehe
Aurel : ah, jail nih erik..
Erik : cekrek, cekrek.
Aurel : Erik, ah,, (lari merebut camdig Erik)
Erik : eh,eh,eh...
Aurel : sini camdig nya,
Erik : ets! Jangan dong! Mendingan kita foto bareng. Yuk?
Aurel : dih, kerjaan aku masih banyak.
Erik : udahlah, tinggalin dulu sebentar! Nanti aku bantuin !
Aurel : yaudah, janji ya? Mau bantuin aku?
Erik : okeh (mengacak kerudung Aurel)
Erik : senyum dong Rel.
Aurel : iya, ini juga udah senyum,
Erik : kurang lebar senyumnya!
Aurel : chiis..
(Aurel dan Erik foto bareng. Tiba-tiba Tisa masuk!)
Tisa : Rik..? (tisa langsung cemberut melihat Aurel dan Erik yang masih foto-foto dan segera pergi)
Tisa : (duduk ditaman sekolah) Erik, kenapa kamu lebih memilih Aurel? Kamu gak tahu apa, perasaanku kaya gimana. Aku suka sama kamu Erik. Hm.. bodoh banget sih aku. Kenapa aku suka sama cowok yang bener-bener dia gak suka sama aku.
Malah, aku menghindari cowok yang suka sama aku. Maafin aku ya bi.
Mungkin aku harus melerakan Erik untuk Aurel. Dan aku kan mencoba memberi kesempatan buat Abi. Yah.. ini saatnya aku membalas perasaan Abi.
(mengusap air mata)
XXXXX
adegan 18
Akhirnya hari H yang ditunggu telah tiba. Grup PEBU sedang menyiapkan aula tempat acaranya berlangsung karena beberapa jam lagi acara akan dimulai. Beberapa penonton mulai memadati kursi undangan. Aurel dan Dharma yang menjadi pembawa acara segera memulai acara.
Aurel dan Dharma : Assalamualaikum wr. wb!
Penonton : Waalaikumsalam wr.wb.
Aurel : Terimakasih kepada seluruh tamu undangan dan juga teman-teman yang berkenan hadir pada acara kita hari ini.
Dharma : Ya, pagelaran pentas budaya dengan tema “Mari Kita Lestarikan Budaya Bangsa” ini kami adakan karena rasa keprihatinan kami atas pengklaiman budaya Indonesia yang sedang terjadi akhir-akhir ini.
Aurel : Di acara kali ini, kami akan menampilkan tarian Saman dari Aceh yang akan ditampilkan oleh tim tari sekolah ini, Fashion Show Batik dari tim model sekolah ini pembacaan puisi tentang bangsa, dan juga batik-batik hasil karya murid-murid SMK Gelora Bangsa yang ditampilkan di belakang kami ini.
Dharma : Sekarang marilah kita mulai acara ini dengan membacakan basmalah!
Aurel : Penampilan pertama adalah tarian Saman dari Aceh yang ditampilkan oleh tim tari SMK Gelora Bangsa
Penonton : (tepuk tangan)
~~~
Dharma : Selanjutnya yaitu Fashion Show Batik dari tim model smk Gelora Bangsa
~~~
Aurel : Dan acara yang selanjutnya yaitu pembacaan puisi tentang bangsa. Penampilan pertama dari Tatu Mastupah
~~~
Dharma : Puisi kedua akan dibacakan oleh SitI Masitoh!
~~~
Aurel : Selanjutnya puisi yang akan dibacakan oleh Dea Miftahul Jannah!
~~~
Dharma : Dan puisi yang terakhir dibawakan oleh Imas Tatu Alawiyah!
~~~
Aurel : acara demi acara telah selesai dilaksanakan, kami sebagai emci mohon maaf bila ada kekurangan. Akhir kta wabilahitaufik wlhidayah ass...
(Namun sebelum mengakhiri acara ini, Grup PEBU membawakan sebuah puisi)
Kata orang negeri ini bagai gadis cantik
Yang dilirik ribuan orang di belahan dunia
Dari Sabang sampai Merauke
Memancarkan jutaan keelokan yang menawan
Lihatlah kawan, si pirang berkulit putih
Berbondong-bondong melangkahkan kaki di bumi pertiwi
Mereka hanya ingin berkenalan
Dan mengapresiasi lewat rasa dan karsa
Sedang si anak bangsa asyik dalam mimpi semu
Malu memakai baju kearifan lokal
Tapi bangga akan budaya asing
Termanjakan teknologi yang serba modern
Hingga lupa akan Ibu pertiwi
Yang telah mengandung dan membesarkannya
Namun, tatkala warisan bangsa diakui negara lain,
Barulah semut-semut menjerit
Berteriak dengan semangat berapi-api
Menjunjung harkat dan martabat bangsa
Kini Sang Ibu meneteskan air mata
Sang garuda hanya menunduk
Badan yang kokoh berdiri tanpa jiwa
Karena budaya sebagai ruh telah mulai terkikis
Oleh tebing-tebing keangkuhan
Karya: Anisa Kusuma Wahdat
The End
Langganan:
Postingan (Atom)
AKSI NYATA PMM "RENCANA TINDAK LANJUT DARI HASIL ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN"
Berikut rancangan asesmen awal pembelajaran Berikut Nilai peserta didik beserta rencanan tindak lanjut
-
Assalamualaikum wr.wb Hallo semuanya, bagaimana kabar teman-teman semua? saya teman-teman selalu dalam keadaan sehat. Hari ini kita akan k...
-
Rabu, 30 September 2020 Selamat siang, hari ini kita akan bersama mempelajari modul 2 unit 2, ya. langkah-langkah pemeblajaran sebagai ber...

