Selasa, 23 Februari 2016

Perasaanku

Aku tak ingin
Aku tak mau
Aku tak bisa
Aku tak mampu

Sosok dimasalalu membuat aku takut
Sosok dimasalalu membuat aku berfikir
Sosok dimasalalu membuat aku tahu
Bahwa jika awal dimanis akan menuai pahit di akhir

Kekhawatiranku sungguh membeleenggu
Kecemasanku sungguh membuat ku enggan untuk melangkah
Aku masih ragu akan cinta

Senin, 22 Februari 2016

Tak ingin tergores luka yang sama

           Hari ini aku membisu, tak tau apa yang harus aku lakukan, tak tau apa yang harus aku katakan. Diriku terlalu takut, terlalu cemas akan hal ini. Aku tak ingin ada pertemuan di awal, karena jika itu terjadi, aku yakin akan ada akhir yaitu perpisahan. Aku lebih baik tidak mengenalnya, daripada di keesokan hari aku harus melupakannya.
Luka akan masalalu saja, belum kering, apakah kini aku harus memegang pedang lagi untuk berperang? Aku menundukan kepalaku. Rasa cemas ini seolah menghalang hatiku untuk mengenal lebih jauh dirinya.

            Pria manis nan dewasa itu memandangku heran, ia kebingungan akan sikapku yang dapat dikatakan terbilang aneh. Aku mencoba meyakinkan diri, aku tidak boleh seperti ini, bagaimanapun aku harus menghargai perasaannya, setelah lama menunduk, aku mencoba melihat matanya yang teduh. Tersenyum.
Dia membalas senyumku.

"Kamu kenapa? Aku terlalu cepat ya?"
Aku menggeleng.
"Ga apa apa ka, aku ngerti. Tapi kasih aku waktu untuk berfikir"
Ucapku ramah.
"Gak masalah, aku ngerti. Aku akan nunggu jawaban itu" ucap ia, lagi lagi dengan senyumannya yang membuat hatiku merasa bersalah.

            Malamnya aku segera menonaktifkan gadgetku, aku tak mau ada yang mengganggu fikiranku, aku rasa dengan menonaktifkan ponsel dan laptop bisa membuat fikiranku tenang. Sehingga aku dapat berfikir jernih. Setelah seminggu berfikir, kini aku menemukan jawaban itu. Aku segera mengaktifkan gadget,.mengirim pesan kepadanya untuk bertemu di taman dekat kampus.

"Ka.. nanti sore aku mau ketemu di taman kampus"
Setelah beberapa menit, ada balasan darinya
"I will wait you :)"
Aku tersenyum.

           Saat aku sampai ditaman, aku celengak celinguk, menjelajahi semua sudut, tak ada ka Tio disana, aku duduk dikursi bawah pohon, saat aku mencoba menelponnya, namun tiba tiba ada seseorang dibelakangku, aku menoleh.

"Hai fin.." sapanya
"Kamu bikin aku kaget deh"
"Kamu kemana aja seminggu ini?" Tanya ka Tio
"Hm...ka, aku udah punya jawabannya" aku mulai serius
Ia memperhatikank.
"Untuk saat ini, aku belum bisa nerima kaka.." aku menunduk. Ka Tio diam, ada rasa kecewa tersirat disana. "Maafin aku ka.. aku ga mau bikin kaka sakit hati nantinya" Aku langsung berlari meninggalkannya.
Sekian...

#30 DWC hari ke 9

Aku adalah sang pemenang

        Aku menutup mata ini, mencoba mengingat semua kejadian yang terjadi di masalalu. Ku jelajahi peristiwa manis, pahit, senang, sedih, semuanya terasa lengkap. Fikiranku berhenti pada perjalanan pendidikanku. Dulu aku sangat ingin sekolah di SD favorit, aku selalu menunggu saat itu, saat usiaku cukup untuk masuk SD. Nah,  mirisnya setelah usiaku cukup untuk masuk SD, aku tidak disekolahkan di SD tersebut, ibuku memilih sekolah yang jaraknya lebih dekat dengan rumah. Tidak mudah untuk aku menerima semuanya, hari hari pertamaku sekolah tidak membuat diriku bahagia seperti siswa yang lainnya. Aku banyak diam, namun ibuku selalu menasehatiku bahwa aku harus mengambil peluang dalam kondisi atau situasi terburuk sekalipun. Aku menuruti kata ibu, aku mulai semangat saat aku duduk di bangku kelas dua.
Terbukti aku mampu menjadi juara kelas. Mengalahkan semua teman-temanku. Nilaiku terlampau atas dibanding yang lain. Ibuku tersenyum bangga saat mengetahui semuanya. Aku bisa mempertahankan semua itu hingga aku lulus dari SD.

           Dan kini aku akan melanjutkan study ku ke SMP favorit. Jarak yang jauh tidak akan menjadi alasan ibu lagi untuk melarangku, karena kini usiaku sudah 12 tahun.
Namun saat itu, kondisi ekonomi keluargaku sedang merosot, biaya masuk SMP favorit membutuhkan biaya tiga kali lipat dari biaya SMP yang biasa. Mau tidak mau, suka tidak suka, aku harus terima kenyataan pahit ini. Kuniatkan dalam hati, tak apa tidak sekolah di SMP favorit, asalkan nanti aku dapat sekolah di SMA favorit. Tiga tahun aku tekuni masa SMP itu, target untuk masuk SMA favorit membuatku semangat belajar agar nilai akhirku nanti mampu menjadi salah satu persyaratan untuk lolos di SMa favorit tersebut. 
Dan dibalik semua itu, ibu terus menasehatiku bahwa aku harus giat belajar hingga hasilnya aku menjadi juara umum tiga kali berturut-turut.

Aku menghela nafas, hari ini saatnya aku mewujudkan impian ku, ku langkahkan kaki untuk mendaftarkan diri di SMA favorit tersebut, dan nihil pendaftaran untuk siswa baru belum dibuka.

            Suatu hari disekolahku terpasang brosur SMK, sekolah kejuruan yang mengharuskan lulusannya dapat langsung bekerja. Disana tertera bahwa  jika dalam mengikuti tes mendapatkan nilai tertinggi, maka akan mendapatkan beasiswa free biaya sekolah di SMK tersebut. Aku tertarik, jarang sekali kesempatan emas seperti itu. Ditambah kondisi ekonomi keluargaku yang masih belum stabil membuat aku berjuang keras memersiapkan diri untuk mengikuti tes tersebut. Satu bulan setelahnya. Hasilnya di umumkan, dan ternyata aku berhasil mendapatkan beasiswa itu. Bukannya senang aku malah dilema, karena kini aku harus menerima kenyataan yang ketiga kalinya bahwa aku tidak akan pernah dapat sekolah di sekolah favorit. Dengan berat hati aku menerima semuanya.

Setahun berlalu, walaupun ibu telah menasehatiku, aku tetap diam dan tidak semangat untuk sekolah. Menginjak tahun ke dua, saat itu ada pelajaran b.jepang. saat itu pula  aku mulai menyukai b.jepang dan mendalaminya. Ternyata pelajaran b.jepang membuat semangat ku meluap hingga aku diikutsertakan dalam perlombaan, menjadi juara dan at leats aku terpilih menjadi siswa yang mewaki tanah air untuk belajar di negeri Jepang dalam program pertukaran pelajar. Aku bersujud kepada sang maha tau, selama ini aku selalu mengeluh dengan keinginanku yang tidak pernah terkabul namun ternyata Tuhan mempunyai skenario yang lebih indah untuk diriku. Jepang adalag negeri impianku sejak kecil, dapar menginjakan kaki di negeri tersebut membuat aku yakin bahwa Tuhan tau mana yang kubutuhkan, bukan mana yang kuinginkan.
Cita citaku menjadi seorang guru PNS selalu terbayang dalam benak, untuk itulah aku terus berusaha untuk mewujudkannya, dengan melatih diri untus tes masuk universitas favorit. Ternyata kali ini aku tidak beruntung, aku tidak diterima dijalur prestasi dan jalur tes. Akupun mengikuti jalur yang ketiga. Jalur mandiri. Jalur ini membutuhkan biaya yang lebih banyak dibanding jalur yang lain, akupun rela menabung untuk mengumpulkan biaya pendaftaran. Setelah pengumuman ternyata aku diterima di Universitas favorit, namun tidak di jurusan yang kumau. Yaitu jurusan matematika. Malah aku diterima di jurusan pendidikan luar sekolah. Jurusan yang bertolak belakang dengan cita citaku. Lulusannya diharapkan menjadi tutor, pamong atau fasilitator dilembaga non formal. Aku lemas saat mengetahui semuanya. Namun mengingat Tuhan lebih tahu semuanya, begitu juga masa depanku. Aku trima semuanya dengan lapang dada, aku menekuni jurusan ini dan al hasil aku sekarang menjadi seorang wisudauswara di kementerian pendidikan, yaitu orang yang memperkerjakan para guru PNS. Aku membuka mataku pelan bersujud kepada sang maha sempurna. Sekian
#30DWC hari ke 8

Sabtu, 20 Februari 2016

Mimpiku mendahului kenyataan

           Aku tertidur, pulas sekali. Dengkuranku begitu keras. Di dalam mimpi, aku tersenyum sumringah, aku menoleh ke arah kanan, mamah sedang tersenyum sambil merangkul lenganku. Saat aku menoleh kearah kiri, papah sedang menatapku penuh bangga. Kami bertiga memakai kain berwarna putih.
       
           Ternyata dalam mimpi itu aku hendak menunaikan ibadah haji bersama kedua orangtuaku. Aku sangat senang, cita cita terbesarku kini telah terwujud.
Aku bersyukur kepada sang ilahi, cita cita ini sangat aku dambakan  , dalam doa juga selalu aku selipkan. Aku benar benar tak menyangka.

mah,pah.. aku senang sekali. Berkat papah yang selalu mengajarkanku arti kesabaran dan butuhnya perjuangan untuk mencapai keinginan. Mamah yang selalu mendengar semua peluh kesalku  sehingga aku mampu menghadapi semuanya.

           Tiba tiba aku dibangunkan oleh kakaku. Aku melonjak kaget, "de, ada kabar bahagia loh, udah ada panggilan haji buat mamah,papah dan juga kamu" aku tercengang, kenyataan ini batu saja aku nikmati kelanjutannya di mimpi tadi,  aku benar benar bahagia, Allah telah memberitahuku lebih dulu, terimakasih ya rabb. Aku tersenyum lembut.

#30DWC hari ke 7

Jumat, 19 Februari 2016

Dulu

Dulu, hanya kau penghuni hatiku
Dulu, hanya kau yang ada dalam fikiranku
Dulu, hanya kau orang yang selalu ku rindu
Dulu, karena kau kekasihku

Kau tau?
Pesonamu lebih megah dari mega di pagi buta
Senyummu lebih indah dari senja di sore hari
Auramu membuat aku lupa akan diriku
Bahwa aku hanyalah secuil kisah di masalalumu

Aku hanya bisa mengagumimu dari jauh
Dibalik kesemuan kutemukan wajahmu
Yang kuingin hanya kau
Tak peduli siapa disampingmu

Kamis, 18 Februari 2016

Rindu berujung Perih

         Senja di ufuk timur menyilaukan mata, aku terbangun. Aku menengok jendela, disana seseorang sedang duduk merenung, aku mengenalnya. Ia adalah kekasihku. Aku segera keluar, namun sosok itu sudah menghilang. Aku tak percaya, secepat itu ia menghilang. Aku kembali ke kamar dengan penuh rasa kecewa.

          Malamnya, ku coba kirimi ia e-mail, sudah hampir satu tahun dia meninggalkanku tanpa alasan, seperti biasa e-mail ku tak dijawab. Aku merindukannya, ingin sekali aku bertemu dengannya, ingin ku tanyakan apa yang membuat ia seperti ini.
Esoknya, aku mencoba menghubungi nomor telponnya, tapi tetap saja, tak di angkat. Aku emosi, kubantingkan diriku diatas kasur. Aku benci ia, sikap yang seperti ini membuat aku yakin bahwa ia sudah tak mencintaiku lagi, ia telah melupakan semuanya. Air mataku mulai menetes, semakin lama semakin deras. Aku sangat merindukannya. Tapi kenapa dia setega ini? Akupun mengirim pesan kepadanya.

"Apa alasan kamu setahun  gak ada kabar kaya gini? Aku ga ngerti kenapa kamu setega ini? Kenapa kamu gantungin hubungan kita? Aku disini sangat merindukan mu, tapi kamu tega bikin aku menangis setiap malam. Aku benci kamu!" Aku langsung menekan tombol send.

Di kantor sana, lelaki berdasi tengah membuka ponselnya, ia membaca sebuah pesan. From My Honey. Ia meneteskan air mata dan segera menutup ponselnya
"Maafin aku sayang" lelaki itu segera melanjutkan pekerjaanya sebagai direktur perusahaan di negeri paman sam itu.

          Dua tahun kemudian, aku telah lulus S2, kini aku meniatkan diri untuk bekerja di luar negeri, Jepang. Tapi hanya satu yang membuatku bingung, Kaffa? Dimana ia sekarang?
Dengan berat hati aku meninggalkan negeri kelahiranku, aku telah medndatangi kontrak kerja selama tiga tahun disana.

Di negeri sakura sana, sedikit demi sedikit aku tak lagi memikirkan Kaffa, aku mulai fokus pada karirku. Satu tahun berjalan aku diangkat sebagai kepala sekolah disalah satu sekolah menengah atas sana, aku semakin sibuk.

          Dan suatu hari, ada kunjungan dari perusahaan listrik terbesar di amerika, mereka bekerjasama dengan sekolahku, saat pertemuan itu akan berlangsung, aku segera masuk ke ruang mitting dan saat itu juga aku melihat dua bola mata yang begitu tajam menatapku, indah sekali, aku mengenalnya. Ia Kaffa. Ia tersenyum kepadaku. Aku disadarkan oleh asistenku, bahwa kini sudah saatnya memulai pembicaraan dengan klienku itu. Aku gugup. Setelah empat tahun pisah, kini aku harus bertemu dengannya, dan saat bertemupun hal yang pertama kami bincangkan adalah mengenai kontrak kerja. Aku benar benar gugu dan tidak fokus, namun aku paksakan diri, aku harua profesional. Setelah menemukan kesepakatan, aku segara kembali keruanganku, namun saat itu pula seseorang masuk keruanganku. Ia duduk didepan mejaku.

"Maafin aku ya.." ucap Kaffa
Aku diam. Ia terus tersenyum, perasaanku campur aduk, marah, kesal, rindu dan benci.

" sorry, ini jam kantor." Kataku tegas.
Kaffa mengerti, ia langsung meninggalkan ruanganku.
Esoknya Kaffa mengirimi e-mail kepadaku, ia meminta untuk dinner di sebuah restoran. Oh may god, aku senang tapi, ingin rasanya aku mendengar alasan ia mencampakanku selama 4tahun. Ah ..

Matahari tenggelam, ini saatnya aku bertemu dengannya, saat aku datang di restoran tersebut, Kaffa sudah ada. Aku menghampirinya.

"Sorry lama"
"No problem"
Aku langsung memesan makanan, setelah itu Kaffa mulai angkat bicara.

"Aku tahu, kamu kecewa sama aku.."
Aku melihat matanya, ada rasa bersalah di ekspresikan disana.
"Apa alasan kamu kaya gini?"

Tanyaku kesal. Kaffa memegang tanganku, ia meneteskan air mata. Aku bingung apa maksudnya, yang aku lihat, ia begitu menyesal.
Aku segera melepaskan genggamannya.

"Aku butuh penjelasan!" Bentakku.
Aku benar benar tidak mengerti apa maksudnya.
Kaffa pun menjelaskan semuanya, ternyata ia malu kepadaku, ia malu karena kini ia bukanlah Kaffa yang dulu. Ia telah mencintai wanita lain, dan kini ia telah menikah dua tahun yang lalu. Aku terdiam, lidahku kelu, hatiku menjerit. Hatiku sangat perih mendengar kenyataan yang aku terima, aku sangat murka kepada Kaffa. Aku segera meninggalkan Kaffa.
Tak ada lagi alasan untuk aku bertahan disana, Kaffa telah menjadi milik oranglain, aku harus melupakannya, karena selalu mengingatnya adalah hal bodoh, aku meluapkan semuanya di jalanan, aku seperti orang yang sudah tak mempunyai tujuan hidup. Aku kehilangan arah dan kehilangan fokus seketika dunia ini gelap...
#30DWC hari ke 5

Rabu, 17 Februari 2016

Gea Dan Gevran part III

          Gevran memutuskan untuk ke taman sekolah, tangannya masih saja menggenggam tangan Gea. Erat. Lalu duduk dikursi panjang, Gevran terlihat sangat terpukul.  Gea melepaskan tangan Gevran, Gevran menoleh "sory Ge" ucapnya. Gea berdiri dan hendak meninggalkan Gevran, hatinya geram melihat Gevran seperti itu, karena itu sama saja menunjukan bahwa ia sangat mencintai Enda. Namun, Gevran langsung menarik lengan Gea.
 "Ge, mau kemana?"
Gea tak menoleh, Gevran menariknya untuk duduk. Geapun dengan terpaksa duduk disebelah Gevran. Hening.. tak ada percakapan. Gea juga hanya bisa mematung, lidahnya kaku, wajahnya merah padam. Gea cemburu, tapi tangan Gevran masih memegangnya erat, sangat erat. Setelah beberapa menit, gevran masih tetap diam. Gea pun merasa bahwa ia sudah tidak dihargai lagi sebagai perempuan yang  selama ini dekat dengan Gevran, sekeras tenaga Gea menarik tangan nya dari genggaman Gevran. "Lepasss!!!!"

          Gea langsung lari, Gevran terperanjat melihat Gea seperti  itu, ia tak mengejarnya. Hatinya nambah sedih, pening, ruwet. Gevran merasa dirinya sangat bodoh. kenapa ia tak menyaadari bahwa Gea begitu mencintainya, buktinya Gea benar benar marah setelah kejadian ini. Gevran benar benar menyesal telah jatuh hati kepada wanita seperti Enda, wanitaa yang dengan mudah membuat hatinya sakit. "Ahhh..." Gevran memukul kursi taman keras hingga tangan kanannya bercucuran darah.

          Esoknya Gea kembali tak masuk sekolah, ternyata Gea memutuskan  untuk pindah ke sekolah ke Jepang. Sakit hati yang dialaminya membuat ia tak berfikir panjang, Gea emosi. Sehingga Geapun mengiyakan tawaran papahnyaa sebulan yang lalu. Padahal sudah semalam suntuk Gevran melatih diri, merangkai kata untuk membuat sebuah kalimat permohonan maaf untuk Gea, melihat Gea tak masuk, ia langsung meneleponnya, tak ada jawaban. Hati gevran semakin khaahwhatir, ia segeraa meneelppon tellpon rumah Gea, ternyataa Gea sudah berangkat ke Jepang baaru sajaa .gevran lunglai, tangan dan kakinya lemas. Tak ada lagi harapan untuknya.
Dibalik pintu kelas, Enda mendengar percakapan Gevran di telpon. Ia langsung bergegas menuju bandara, berharap masih bisa bertemu dengan Gea. Sesampainya di Bandara, Enda celengak celinguk cemas, tangannya gemetar, tiba tiba rasa mules datang, di kondisi yang segenting itu perutnya sama sekali tidak bisa dikompromi, Enda segera lari ke toilet, namun gubrak.. "ahrrgg..." Enda terjatuh. "Enda.. koq kamu disini?" Ternyata Enda menabarak Gea. Enda sumringah, "Geaa.. akhirnya gua nemuin lo disini." Enda memeluk Gea. "Lho.. emangnya kenapa? Trus kamu ngapain disini pake seragam sekolah pula?" Tanya Gea heran. Enda pun segera menceritakan semuanya kepada Gea. Gea paham, dan ia begitu berterimakasih kepada Enda karena telah menjelaskan semuanya di waktu yang pas. Akhirnya Gea mengurungkan niatnya dan langsung ke sekolah,

          Di taman sekolah, Gevran terus memukuli diri, ia benar benar bodoh, ia samasekali tidak mengejar Gea ke bandara, karena saat itu, lengannya masih sakit dan tidak memungkinkan untuk membawa motor. Namun dari kejauhan Gea melihatnya, ia menghampiri Gevran dan menutup matanya dari belakang. Gevran tercengang,  siapa yang berani seperti itu, padahalkan hanya Gea yang sering melalukan nya. Tapi..  gevran langsung menoleh, dilihatnya Gea tersenyum padanya  Gevran langsung memeluk Gea. Gevranpun langsung mengungkapkan perasaannya selama ini, dan Gra pun sama. Akhirnya mereka menjadi sepasang kekasih yang saling mencintai.
Sekian...

#30DWC hari ke 4 😍😍😍😍

Selasa, 16 Februari 2016

Gea Dan Gevran part II

          Semilir angin menyelimuti tubuh Gea malam itu, Gea terus melihat kearah pintu, tapi sedari tadi tak ada satupun orang yang membukanya. Mamah Gea tau bahwa Gea sedang menunggu kehadiran Gevran. Gea terlihat gelisah, tak lama mamah Gea mengusap rambut Gea.

"Kamu kenapa nak? Koq gelisah gitu?" Tanya mamah Gea.
" ngga koq mah, mah besok aku mau pulang, aku mau sekolah mah" rengek Gea
"Tunggu dokter dulu nak, kamu kan belum dibolehin pulang"

mamah Gea semakin yakin pasti Gea ingin cepat cepat menemui Gevran disekolah. Mendengar ucapan mamah, Gea terdiam. "Mana mungkin dokter menyuruhku pulang besok, aku kan baru siuman dari koma kemarin" gerutu Gea.
Mamah hanya menggeleng melihat sikap Gea seperti itu.

          Disudut kamarnya terlihat Gevran sedang memijat mijat kening. Ia malu pada kenyataan bahwa ia sekarang mempunyai seorang kekasih. Gevran juga bingung entah kenapa Gevran terus memikirkan Gea, ia takut Gea mengetahui bahwa ia benar benar jadian dengan Enda. Gevran juga yakin, bahwa sakitnya Gea akibat dirinya yang menjauh dari kehidupan Gea. Padahal alasan Gevran menjauh, ia hanya tidak mau bahwa iaa mencintai wanita lain, yaitu Enda.

          Setelah dua minggu berturut turut tidak masuk sekolah, hari ini Gea melangkah dengan penuh semangat, menelusuri koridor sekolah dan krekk.. Gea membuka pintu kelas. Gevran sontak menoleh. "Gea?" Gevran segera mendekati Gea.  Gea tersenyum. "Pagi Gevran" sapanya. Rupanya Gea sudah tidak lagi memedulikan kesalahan Gevran padanya, rindunya kepada Gevran melebihi rasa apapun.
Gevran masih bengong, kenapa Gea bersikap baik, paadahalkan saat dirumh sakit ia terlihat begitu marah padanya. Tapi yasudahlah, Gevran tak pedulikan itu. Ia segera duduk disebelah Gea, saat itu dikelas hanya ada mereka berdua.

"Kamu udah sembuh Ge?"
Tanya Gevran sambil mendekatkan mukanya kearah muka Gea.
Gea gemetar, kedekatannya dengan Gevran sudah lama pisah, tapi hari ini Gevran kembali, kembali dekat dengannya, Gea tersenyum senang.
"Koq mlah senyum? Hayo.. kamu kangen ya sama aku?" Gevran dengan sempurna membaca expresi Gea.
Gea segera memukul Gevran, wajahnya merah, ia malu Gevran mengetahui perasaannya.
"Tuhkan kamu kangen ya sama aku?" Gevran terus meledek Gea.
Gea berdiri, setelah itu menyodorkan wajahnya kepada Gevran "setelah lama ngilang, ternyata, kamu masih aja geer jelek" ucap Gea dan langsung lekas ke kantin. Gevran tersenyum. Dalam hati kecilnya, ia sangat merindukan Gea, merindukan Gea memanggil dengan sebutan jelek. Ah.. dengan penuh semangat Gevran menyusul Gea.

Dikantin sekolah terlihat Enda sedang berkumpul dengan dua orang temannya.
 "sini! Mana uangnya, gua kan berhasil bisa jadian sama Gevran" kata Enda.
"Gua salut bangun sama lu Enda, dengan mudah lu dapetin Gevran, padahal gua kira Gevran cuma suka sama Gea, ternyta perkiraan gua salah" ucap salah satu teman Enda.
"Iyalah Enda gituloh, cewe cantik yang dengan mudah dapetin Gevran, padahal kan cuma buat taruhan doang. Haaha"  ucap Enda.
Ternyata Gea dan Gevran mendengar ucapan Enda. Gevran segera menghampiri Enda.
"Apa maksud kamu bicara seperti itu? Hebat!!! Mulai dari sekarang kita putus" Gevran langsung meninggalkan Enda, ia segera menjabat tangan Gea dan mengajaknya untuk meninggalkan kantin.
Bersambung ...
#30DWC hari ke 3

Senin, 15 Februari 2016

Gea Dan Gevran part 1

Rabu, hari pertama kali Gea dan Gevran bertemu di sebuah  gudang sekolah. Saat itu gea ingin mengambil bola basket digudang tersebut,  ia  diperintahkan oleh gurunya. Namun saat itu pula gea menemukan gevran yang bersimbah darah dihidungnya. Gea panik, ia segera membawa gevran ke uks. Saat itu pula gea dan gevran berkenalan. Semakin hari gea dan gevran semakin dekat, setahun mereka menjalin hubungan sebagai teman, namun ditahun kedua, mulai terjadi konflik dalam hubungan pertemanan mereka. Gea sudah jarang bertemu dengan gevran, jika ada gevran, gea secepat mungkin menghindar, gevranpun tak mencoba untuk mengajak gea seperti biasanya. Gea seperti itu, karena suatu hari saat pulang sekolah, gea memergoki gevran yang tengah mengobrol di taman sekolah, padahal gevran sendiri sudah terikat janji dengan gea akan menemaninya membeli buku hari itu. Nah, karena kejadian itu lah, gea muak dan acuh kepada gevran.
Setengah tahun mereka terus saling diam. Keduanya sama sama acuh dan tidak peduli, padahal gea sejujurnya gea sangat  terpukul dengan semua kejadian tersebut. Malah, tingkah gevran semakin menjadi, dikabarkan ia tengah menjalin asmara dengan wanita lain. Gea semakin terpukul, gea sendiri  tak menyadari keterpukulannya tersebut,  karena yang gea tau, bahwa gevran adalah temannya. Tapi? Kenapa rasa cemburu itu datang saat gosip terlepas.
Gea benar benar terpuruk.  memanh, Rasa yang ia rasakan hanya sebatas teman, tapi teman seperti gevran membuat ia sadar bahwa perasaannya lebih dari sekedar teman.  Dikelas, gea selalu murung, yang ia sesali, kenapa ia sebodoh itu jadi perempuan, bodoh bodoh bodoh. Mungkin gevran hanya menganggapnya benar benar teman. Padahal menurut  gea sikap dan perhatiannya gevran selama setahun membuat ia nyaman, namun kenyamanan yang semu, buktinya sekarang gevran adalah sosok yang ia tak mau temui disekolah.
kejadian itu membuat Gea jatuh sakit, sudah seminggu Gea tidak sekolah. Dan saat malam ke 8 gea sakit, gevran menelepon gea. Saat gea hendak melihat ponselnya, ingin tahu siapa yang menelponnya tengah malam seperti itu, dan saat itu pula gea ambruk. Gea pingsan. Keluarga Gea pun langsung membawa Gea ke rumah sakit terdekat. Disudut kamar gevran kecewa karena telponnya tak diangkat, ia merasa perasaannya tak enak, entah kenapa hati  gevran begitu  khawatir dengan kondisi Gea, apalagi Gea sudah tak masuk sekolah selama seminggu. Gevran mencoba menelpon gea lagi, tapi nihil tak ada jawaban.
Esoknya, ada surat masuk kembali dari Gea, bahwa ia masih tetap sakit. Dan dengar dengar gea dilarikan kerumah sakit. Setelah mendengar itu, gevran langsung menelpon rumah gea, menanyakan kebenarannya dan ternyata benar sekarang Gea dirawat dirumahsakit, gevranpun langsung kesana. Ia menyesali tingkahnya selama ini, menghilang begitu saja dari Gea. Sesampainya dirumahah sakit gevran sesunggukan melihat keadaan gea yang masih tak sadarkan diri, gea koma. Gevran meminta ijin untuk masuk, diruangan tersebut gevran benar benar menyesali perbuatannya. Ia memegangi tangan Gea, namun Gea tetap tak sadarkan diri.
Hari demi hari, Gevran merawat Gea dirumahsakit, setelah pulang sekolah ia putuskan untuk menjenguk Gea sampai larut malam, keluarga Gea mengijinkan, karena mereka mengetahui bahwa Gevran adalah teman baiknya Gea.
Saat sepertiga malam, Gea terbangun dari komanya, ia menemukan Gevran yang tengah tertidur dilengannya. Gea tak menyangka, Gea langsung menggerakan tangannya, dan Gevranpun terbangun. Saat itu keluarga Gea sedang tak ada diruangan. Gevran dengan spontan langsung meminta maaf atas semua  kesalahan ya selama ini. Gea menangis. Gevran benar benar terpukul,  bahwa ia sudah membuat Gea seperti ini. Sebelum Gea mengucapkan satu kata pun, tiba tiba mamah Gea datang. Mamah Gea begitu khawatir melihat Gea menangis terisak. Mamah Gea langsung menyuruh Gevran pulang karena malam sudah semakin larut. Dengan terpaksa Gevranpun pulang dengan hati yang sembraut.
Esoknaya, mamah Gea menelpon Gevran. Bahwa ia tak perlu repot menjenguk Gea lagi. Gevran menyadari, pasti Gea sendiri yang meminta mamahnya menelpon dirinya. Gevranpun mengiyakan apa kata mamah Gea. Setelah itu telpon masuk ke ponsel Gevran, dari Enda. Perempuan yang di ka barkan menjalin hubungan dengan Gevran. Gevran mengangkat telponnya, dan ternyata Enda minta ketemu setelah pulang sekolah. Dengan terpaksa Gevran mengiyakan apa kata Enda. Setelah pulang sekolah Gevran langsung menemui Enda, seperti biasa Enda mengajak Gevran jalan jalan. Dan ternyata benar, Enda dan Gevran sudah jadian.
 Bersambung...
#30DWC hari ke 2

Minggu, 14 Februari 2016

Kusadari Kesendirian ini Pahit

          Hari ini aku mengutuki diriku, aku menyesal telah melakukan kesalahan konyol dimasa lalu. Dulu, aku sangat membenci keramaian, aku selalu marah jika suasana rumah begitu berisik. Malas rasanya aku untuk berbaur dengan keluarga besarku. Padahal mereka telah mencoba mengajak diriku untuk yang setidaknya menyadarkanku bahwa keramaian ini sangat menyenangkan. Tapi aku mengelak, aku tetap dalam pendirianku. Aku memutuskan untuk berdiam diri di kamar. Karena di kamar, aku bisa mengerjakan hobiku. Nulis semua kejadian yang kualami. Ini lebih membuat diriku senang. Hingga suatu hari mamah menegurku, bahwa aku harus merubah sikap individualis ini, aku tak terima, aku tak menggubris keinginan mamah. Aku tetap enjoy dengan kepribadianku seperti ini.

          Tapi sekarang, saat aku hidup di perantauan, setahun pertama aku menikmati kehidupan baruku. Kehidupan sendiri dalam kosan pribadiku. Aku bebas menulis, dengan ketenangan yang kudapat setiap saat di kosanku tersebut. Oh, betapa nikmatnya keheningan ini, karena keheningan yang kudapat,tak perlu menunggu malam tiba. Saat mentari berkilaupun aku dapat merasakannya.
Dan suatu hari, aku jatuh sakit. Aku mencoba menguatkan diri, karena aku yakin. Aku mampu mengobati diriku sendiri. Aku sedikitpun tidak mengabari keluarga tentang keadaanku, padahal sakit sudah beranjak dua minggu.
Saat aku benar benar tidak kuat dengan semua penyakit ini, teman dekatku datang menjenguk.
"Kenapa kamu gacoba hubungi keluargamu sajaa qil," saran temanku. Aku menggeleng. Aku malu, aku malu pada diriku sendiri yang angkuh ini, aku selalu menolak dan tak mau merepotkan orang lain dalam hidupku. Aku menyesal.

          Setelah kejadian itu, kucoba meluluhkan hati, bahwa selama ini aku salah. Nggak seharusnya aku seperti ini. Aku benci diriku sendiri, akupun benci kesendirian. Karena sebenarnya aku sangat membutuhkan mereka, yang dulu selalu membuatku marah, aku rindu keluarga ku. Ingin rasanya aku kembali kemasalalu, tapi itu semua tidak mungkin. Kini aku harus terima
Esoknya, aku menelpon mamah, memberitahu bahwa aku sakit dan meminta mereka untuk datang menjenguk.  Dua hari kemudian mamah datang. Aku langsung memeluk mamah sesenggukan. Aku sangat merindukan mamah. Hari itu juga, kuceritakan semuanya kepada mamah atas apa yang terjdi dalam diriku. Aku benar benar menyesal, tapi semuanya sudah terlambat, aku akan melanjutkan kesendirian ini, karena tidak mungkin aku pindah kuliah ke kampus didaerahku. Tapi mamah menasehatiku, bahwa aku harus kuat, aku harus mampu melawan kesepian ini, ini pilihanku dan kini aku harus mempertanggungjawabkannya.
Sekian...

Minggu, 23 Agustus 2015

LAPORAN BAKTI SOSIAL (MEMBAGIKAN MASKER GRATIS)


sebagai sesama manusia, kita berkewajiban untuk saling membantu, terutama membantu orang yang nasibnya kurag beruntung dibanding kita. selain itu kita juga harus saling mengingatkan baik dalam hal prilaku maupun kesehatan. maka dari itu lewat bakti sosial ini saya membagikan masker gratis kepada para pejalan kaki di lampu merah dengan tujuan menumbuhkan rasa simpati dan empati serta kepedulian sosial dalam masyarakat.
Bakti Sosial ini dilakukan di lampu merah Sunter, 23 Agustus 2015 pukul 15.00. setelah saya perhatikan kebanyakan para pejalan kaki kurang memperhatikan kesehatan mereka seperti tidak menggunakan masker padahal saat itu bamyak polusi baik dari kendaraan maupun debu, maka dari itu saya membagikan masker gratis kepada mereka semua yang berjalan melewati lampu merah tersebut agar mereka terjaga dari polusi yang akan mengganggu kesehatan mereka sendiri, selain itu juga agar hati mereka terketuk bahwa kesehatan itu sangat penting.
Dalam lapiran itu kita dapat membuat kesimpulan  bahwa kesehatan itu penting, karena lebih baik mencegah daripada mengobati. terima kasih

AKSI NYATA PMM "RENCANA TINDAK LANJUT DARI HASIL ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN"

Berikut rancangan asesmen awal pembelajaran Berikut Nilai peserta didik beserta rencanan tindak lanjut